Breaking News:

Virus Corona di Gresik

Pasien Covid-19 Coba Kabur dari RSUD Ibnu Sina Gresik, Pihak RS Harap Keluarga Pasien Percaya Nakes

Seorang pasien perempuan dalam kondisi hamil dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit RS Ibnu Sina Gresik

Penulis: Willy Abraham
Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa/TribunMadura.com
Petugas mengevakuasi pasien Covid-19 beserta keluarga yang mencoba kabur dari rumah sakit, Kamis (28/1/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Elma Glori Stevani

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Seorang pasien perempuan dalam kondisi hamil dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina, Gresik.

Informasi yang diperoleh TribunMadura.com, pasien itu diketahui berinisial S (21), asal Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Pasien itu sebelumnya telah diisolasi selama 3 hari.

Namun pada Kamis (28/1/2021) siang, pasien itu diduga dijemput ayah dan adiknya lalu diajak meninggalkan RS.

Baca juga: 35 Nakes Divaksin, Kepala Puskesmas Tanjung Sampang Ajak Masyarakat Tidak Takut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pemuda Ceguk Bersatu bersama PSBB Laksanakan Khitan Massal Gratis Bagi 25 Anak di Ceguk Pamekasan

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Tiga Pohon di Pamekasan, Timpa Rumah dan Dapur Warga

Baca juga: Putra Syekh Ali Jaber Tanggapi Kabar Perjodohannya dengan Wirda Mansur: Insya Allah Didekatkan

Begitu mengetahui ada pasien yang meninggalkan kamar isolasi, petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ibnu Sina berusaha mengejar pasien dan keluarganya yang sudah sampai di dekat pintu gerbang Kantor Pemkab Gresik yang berada tak jauh dari RS itu.

Pasca kejadian tersebut, pihak rumah sakit meminta agar ada pengertian dari keluarga pasien positif Covid-19 yang sedang dirawat.

Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina, Maftuhan menyebut pengamanan dari rumah sakit sudah  berlapis.

Bahkan, petugas keamanan dan tenaga medis sudah memberikan edukasi dan pengawasan sesuai prosedur.

"Di ruangan  sudah kita cegat. Naik lift diawasi, sudah kami edukasi juga, yang kami harapkan hanya kesadaran dan pengertian pasien Covid-19 dan keluarga pasien tetap patuh protokol kesehatan," ucapnya, Sabtu (30/1/2021).

Kejadian Kamis (28/1/2021) sore kemarin menjadi perhatian agar tidak terulang kembali.

Pihak rumah sakit, lanjut Maftuhan, sudah sesuai prosedur melakukan penanganan mulai dari dalam rumah sakit hingga diamankan di depan kantor Pemkab Gresik.

Pasien dan keluarganya itu sudah diberikan edukasi agar tidak dibawa pulang secara paksa karena masih positif covid-19. Apalagi kondisi pasien perempuan tersebut dalam kondisi hamil.

Pihak keluarga dan pasien marah-marah sehingga, ayahnya memaksa keluar dengan mengendong anak perempuannya itu menggunakan jarik.

Baca juga: Niat Mandi di Sungai Kedung Gupit, Santri di Pondok PesantrenTrenggalek Ditemukan Tak Bernyawa

Baca juga: Antisipasi Jenazah Tertukar, RSSA akan Evaluasi Terkait Pemberian Identitas di Peti Jenazah

Baca juga: 5.880 Dosis Vaksin Covid-19 Datang Lagi, Dinkes Banyuwangi Targetkan Vaksinasi Tuntas Akhir Januari

Baca juga: Download Lagu MP3 Rela Demi Cinta Thomas Arya, Album Slow Rock, Lirik Harapan Hidup Bersamamu

Memaksa turun menggunakan lif. Petugas tetap memberi saran untuk tidak keluar, mereka tetap menolak. Dihadang petugas keamanan tetap saja di terobos. Karena tidak serta merta harus dipegang, lanjut Maftuhan tetap dikuti sampai ada bantuan satpol PP.

"Itupun tidak mempan hingga akhirnya kita lapor polsek kebomas. Setelah polsek kebomas datang baru berhenti dan kita evakuasi dengan mobil ambulan. Langkah kami sudah prosedural. Karena penanganan pasien Covid-19 harus ekstra hati-hati," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved