Berita Surabaya

Opsi PPKM Mikro di Surabaya Mencuat Jelang Berakhirnya PPKM, Plt Wali Kota Siapkan Langkah Penting

Opsi PPKM mikro diberlakukan di Kota Surabaya beredar menjelang masa PPKM yang akan segera berakhir dalam waktu dekat.

TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat ditemui, Sabtu (6/2/2021). 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya masih menunggu keputusan terbaru dari pemerintah terkait PPKM di Surabaya yang akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku, pihaknya belum mendapat arahan resmi terkait PPKM di Surabaya.

"Sampai hari ini belum ada evaluasi memperpanjang atau seperti apa," kata Whisnu Sakti Buana saat ditemui, Sabtu (6/2/2021).

Whisnu Sakti Buana tak memungkiri sudah mendengar terkait opsi PPKM mikro yang akan diberlakukan untuk upaya membendung penularan Covid-19.

Surabaya Tak Berlakukan Lockdown Akhir Pekan, Pemkot Pilih Perketat Penutupan Sejumlah Ruas Jalan

Niat Jahat Dua Sahabat Keliling Kota, Cari Sasaran Pembobolan Rumah, Terbilang Lihai saat Beraksi

Tak Ada Rasa, Kesaksian Dokter Forensik Lihat Kondisi Tubuh Korban SJ 182, Bahas Kecepatan: Hantam

Sembari menunggu keputusan resmi, Whisnu mengatakan, Pemkot Surabaya akan mempersiapkan diri dengan melakukan sejumlah langkah.

Misalnya, dalam waktu dekat, jajaran di tingkat kecamatan di Surabaya akan dipanggil untuk menggelar rakor.

Rencananya, akan membahas terkait evaluasi PPKM yang sudah dua jilid berjalan di Surabaya, termasuk mempersiapkan PPKM mikro.

"Seluruh jajaran muspika, tiga pilar di kecamatan saya undang dalam 2 hari bergantian," katanya.

"Kita siapkan sambil evaluasi PPKM selama jilid 1, 2 ini, kalau memang ada PPKM mikro kita sudah siap," ungkap dia.

PPKM mikro, menurut Whisnu, gambarannya seperti penguatan kampung tangguh.

Petugas gabungan saat standby di pintu masuk Surabaya di bundaran Waru pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari pertama, Senin (11/1).
Petugas gabungan saat standby di pintu masuk Surabaya di bundaran Waru pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari pertama, Senin (11/1). (TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ)

Cegah Banjir di Kota Kediri, Wali Kota Abdullah Abu Bakar Panggil Pawang Air untuk Diajak Rapat

Kawasan Payung Kota Batu Tertutup Longsor Selama 17 Jam, Kini Akses Lalu Lintas Tersambung Kembali

Upaya untuk menguatkan kampung tangguh itu disebut akan semakin diefektifkan.

Sebab, pendekatan yang digunakan memang berskala mikro.

Sementara itu, Whisnu menyebut, Pemkot Surabaya juga akan semakin meningkatkan kemampuan tracing petugas hingga di kelurahan.

Pemkot Surabaya sebelumnya sudah memberikan kemampuan mereka untuk melakukan pelacakan kasus Covid-19.

"Nanti akan kita pertebal lagi supaya bisa mendeteksi A confirm positif dimana akan bisa ketahuan," terangnya.

Cerita Satpol PP Bungkam Pengamen di Pamekasan, Sembunyikan Mobil Patroli hingga Aksi Kejar-Kejaran

Air Mata Wakil Bupati Sumenep Terpilih Tumpah di Makam Almarhum Suaminya saat Jalankan Nazar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved