Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Gubernur Jatim Khofifah Imbau Masyarakat Tetap di Rumah Selama Libur Panjang Imlek

Menjelang libur panjang Imlek, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tidak bepergian atau berlibur.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar warga Jawa Timur mengendalikan diri tidak keluar rumah jika tidak perlu pada libur panjang akhir pekan ini, Kamis (11/2/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar warga Jawa Timur mengendalikan diri tidak keluar rumah jika tidak perlu pada libur panjang akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui bahwa ada perayaan Hari Raya Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) mendatang. Dan akan bersambung dengan libur akhir pekan dua hari setelahnya.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, imbauan tidak bepergian jika tidak mendesak pada saat libur panjang Imlek nanti, penting. Karena adanya libur panjang kerap kali memicu lonjakan pertambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur.

Ramalan Zodiak Terlengkap Kamis 11 Februari 2021, Pisces Gembira, Beban Kerja Bikin Taurus Frustrasi

7 Poin Penting PPKM Mikro di Bangkalan, WFH Sebanyak 50 Persen Pegawai hingga Pembelajaran Online

Beruntung Cuma 6 Shio Ini yang Paling Hoki Hari Ini Kamis 11 Februari 2021, SHIO BABI Makin Bersinar

BEGAL SADIS LUMAJANG yang Lukai Korbannya Pakai Celurit Ditembak Polisi, Satu Pelaku Perempuan Buron

"Libur panjang menimbulkan potensi terjadinya lonjakan kasus. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah kecuali urusan urusan yang sangat penting," tegas Khofifah Indar Parawansa, Kamis (11/2/2021).

Namun, bagi yang merayakan Imlek, Gubernur Jawa Timur tetap memberikan izin untuk tetap melakukan ibadah maupun perayaan.

Namun, pelaksanaannya harus dilakukan dengan cara menjaga jarak, tertib protokol kesehatan dan dilakukan dengan cara yang sesederhana mungkin.

"Pesan saya lakukan dengan sederhana mungkin artinya waktunya tidak terlalu lama. Kemudian yang juga maksimal 50 persen dari kapasitas di mana mungkin mereka melakukan peribadatan," tambahnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan bahwa tren kasus Covid-19  selalu melonjak sangat signifikan setelah libur panjang berlansung. Seperti pada saat bulan Oktober, kemudian disusul lonjakan yang sangat signifikan di akhir Desember dengan libur natal dan tahun baru.

"Pertambahan signifikan itu baru bisa dilihat setelah dua minggu setelahnya. Jadi awal PPKM waktu itu kenapa ada lonjakan kasus di Jatim? Itu sebenarnya ya efek libur panjang nataru," tegasnya.

Untuk itu, di momen saat ini, dimana kasus pertambahan kasus Covid-19 di Jatim sudah mulai melandai pasca PPKM, dan kini sedang digelar PPKM berskala mikro, Gubernur Khofifah mengajak seluruh warga Jatim untuk menyamakan visi.

"Bahwa usaha kita belum selesai untuk membuat kasus terus menurun dan menurun, dan membuat ini terus melandai," pungkas Khofifah.

Polisi Tembak Begal yang Libatkan Perempuan untuk Memancing Korban di Lumajang Utara, 7 Bulan Buron

Hari Ini Indomaret Diskon Gede-gedean Menyambut Valentine, Serbu Promo SilverQueen Beli 2 Gratis 1

Awali Pagi dengan Doa dan Dzikir yang Dicontohkan Rasulullah SAW, Jadi Pembuka Rezeki dan Keberkahan

SHIO Jelang IMLEK, Kamis 11 Februari 2021: Shio Tikus Perlu Olahraga, Shio Ular Mudah Tersinggung

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved