Berita Malang

Banyak Pohon Tumbang di Kota Malang, DLH Klaim Sudah Lakukan Perawatan dan Pemeliharaan Pohon

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menyebut jika kejadian pohon tumbang merupakan kejadian bencana alam.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pohon tumbang yang terjadi di Jalan Husni Tamrin Gang 3, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (14/3/2021). 

Reporter: Rifky Edgar  | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mengklaim, telah berupaya melakukan pemeliharaan dan perawatan pohon-pohon yang berada di Kota Malang.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, kejadian pohon tumbang di Kota Malang beberapa hari terakhir merupakan kejadian bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang.

Baca juga: Lumajang Bakal Punya Jalan Baru Penghubung Pasirian - Tempursari yang Meliuk-Liuk di Pegunungan

Baca juga: Kepala Disnaker Jatim Sebut Tahun 2022 Berpeluang Tak Ada Penetapan UMK Pekerja di Jawa Timur

Baca juga: Anggota Polisi di Pamekasan Diduga Merampok Emas seberat 4.3 Kg di Banyuwangi, Begini Kata Polres

Motor yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Tenes, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (14/3/2021).
Motor yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Tenes, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (14/3/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN)

Pohon yang tumbang tersebut menimbulkan kerugian materil, seperti kerusakan rumah, kendaraan bermotor dan dua orang mengalami luka-luka.

"Sebenarnya kami telah melakukan pengeprasan dan perapian pohon dan ranting pohon. Tapi kejadian 16 pohon tumbang pada Minggu (14/3) kemarin murni kejadian bencana alam," ucapnya, Selasa (16/3/2021).

Wahyu meminta permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang, karena dalam penanganan pohon tumbang tersebut kurang begitu sigap.

Pasalnya, DLH Kota Malang, kata dia, terkendala jumlah personel dan keterbatasan alat dalam menangani pohon tumbang di Kota Malang.

"Kami mohon maaf memang penanganan sedikit terlambat. Karena alat kami terbatas dan petugas kami juga terbatas," ucapnya.

Dalam upaya memaksimalkan penanganan tersebut, DLH berencana mengajukan penambahan kendaraan pemotong pohon.

Meski sebenarnya DLH telah memiliki tiga kendaraan, namun dua di antaranya sedang mengalami kerusakan. Dan hanya satu yang masih bisa dioperasikan.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Sumenep Tembus Rp 120.000 Ribu Perkilo, Stok di Pasar Langka Jelang Ramadan

Baca juga: Dipakai Remaja Berbuat Mesum, Kafe di Tuban Diobok-Obok Satpol PP, Pemilik Dipanggil ke Kantor

Baca juga: Unik, Ada Makam Warna Warni di Desa Karangjoho Ponorogo, Jauh dari Kesan Seram, Menarik Dikunjungi

"Di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ini kami akan anggarkan satu kendaraan lagi. Anggaran sekitar Rp 1,7 Miliar," ucapnya.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan sementara ini, selain diakibatkan oleh hujan deras dan angin kencang, tumbangnya puluhan pohon di Kota Malang juga diakibatkan oleh akar pohon yang sudah keropos.

Wahyu mengatakan, bahwa DLH Kota Malang sebenarnya telah memiliki alat untuk melihat kondisi pohon yang bernama 'Sonic'.

Namun alat tersebut belum bisa berfungsi, lantaran kehabisan baterai.

"Kami sudah matur ke Pak Wali. Nanti alat itu akan kami fungsikan juga. Dan baterainya itu di sini tidak ada. Belinya harus di luar negeri," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved