Berita Sumenep

Aliran Listrik di Pulau Kangean Tak Merata, Anggota DPRD Sumenep Abu Hasan Siap Kawal Penyambungan

Tuntutan mahasiswa soal tidak meratanya aliran listrik di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, sampai ke kalangan DPRD Sumenep.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kantor DPRD Sumenep, Sabtu (20/6/2020). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tuntutan mahasiswa soal tidak meratanya aliran listrik di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, sampai ke kalangan DPRD Sumenep.

Anggota DPRD Sumenep, Abu Hasan mengatakan, sangat mengapresiasi aksi mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) yang berani menyampaikan aspirasi terkait persoalan tidak maksimalnya aliran listrik yang memang cukup lama.

Baca juga: Listrik di Wilayah Pulau Kangean Sumenep Belum Merata, Begini Respons PLN

Baca juga: Cuma Modal KTP, Masyarakat Korban Pohon Tumbang di Kota Malang Bisa Klaim Santunan, Simak Caranya

Baca juga: Remaja 17 Tahun asal Kabupaten Malang Bunuh Bos ATK secara Keji, Kini Divonis Penjara 1 Tahun

"Saya berkomitmen untuk mengawal tuntutan mahasiswa, apalagi aspirasi yang disampaikan berdasarkan fakta di lapangan," kata Abu Hasan, Rabu (17/3/2021).

Politisi PKB dari dapil VI ini mengatakan, mahasiswa tidak perlu khawatir dan merasa takut dalam pengawalan aliran listrik di daerah itu.

"Jangan kahwatir, saya ada bersama adik-adik mahasiswa dalam pengawalan listrik di Kangayan," katanya.

Sementara itu, PT PLN (Persero) Pamekasan wilayah Madura merespon tuntutan mahasiswa yang memprotes tidak meratanya aliran listrik di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) menggelar demo di depan gedung DPRD Sumenep untuk memprotes tidak meratanya aliran listrik pada Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Orkes Dangdut Dibubarkan Polisi, Tuan Rumah Laporkan Kepala Desa dan Oknum LSM Atas Kasus Penipuan

Manager Bagian Kontruksi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Pamekasan, Slamet mengatakan jika penyambungan aliran listrik di Pulau kangean sudah lama dilakukan.

Namun, protes mahasiswa ini diakui jika belum teraliri listrik, sebab pekerjaannya keseluruhan hingga sekarang belum tuntas.

Slamet menjelaskan, pemasangan listrik itu dilakukan secara bertahap dan memprioritaskan wilayah yang memang belum mendapatkan layanan.

"Ini terjadi karena keuangan perusahaan terdampak Covid-19, tapi upaya percepatan tetap dilakukan," kata Slamet, Rabu (17/3/2021).

Ditanya soal biaya pemasangan listrik baru mahal, pihaknya menampik tudingan itu.

Sebab, kata dia, cara mendaftar di perusahaannya dengan cara digital.

Misalnya, cara pemasangan baru itu hanya Rp 450 ribu saja.

Pihanya menduga warga yang mendaftar dengan menggunakan jasa calo.

"Iya akhirnya biaya yang digunakan menjadi mahal," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved