Virus Corona di Jawa Timur

Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Gubernur Khofifah: Sebagai Proteksi Selama Pandemi Covid-19

Pemerintah memutuskan meniadakan mudik lebaran 2021. Aturan berlaku untuk seluruh masyarakat. Mulai dari Aparatur Sipil Negara hingga pekerja mandiri.

GALIH PRADIPTA/Kompas.com
Ilustrasi mudik - 

Reporter: Fatimatuz Zahroh| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah memutuskan meniadakan mudik lebaran 2021.

Keputusan tersebut dihasilkan dari rapat tiga menteri yang disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Efendi.Larangan mudik berlaku pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

"Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat," kata Muhadjir dalam Konpers daring, Jumat (26/3).

Aturan ini berlaku untuk seluruh masyarakat. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pekerja mandiri.

Baca juga: Persebaya Vs Madura United, Aji Santoso Sebut Arif Satria Belum Bisa Dimainkan di Laga Kedua Grup C

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Galau Galau Galau - Citra Scholastika yang Jadi Soundtrack Ikatan Cinta

Baca juga: Bulan Emas! Tujuh Shio Ini Diprediksi Diberkahi Keberuntungan Sepanjang Hari Sabtu 27 Maret 2021

Baca juga: Polres Sampang Resmikan Gedung dan Retail Modern Wira Asta Brata Mart untuk Pasarkan Produk UMKM

“Berlaku untuk seluruh ASN, TNI-Polri BUMN karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat," ucap Muhadjir.

Meski begitu, pemerintah tetap memberikan jatah cuti Idul Fitri selama sehari. Namun masyarakat dilarang untuk mudik ke kampung halaman.

“Cuti bersama Idul Fitri tetap satu hari tetap ada namun tidak boleh ada aktivitas mudik," pungkas Muhadjir.

Terhadap keputusan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyikapinya secara bijak. Ia juga meminta warga masyarakat Jatim untuk mengikutinya dengan kesadaran untuk menjaga sesama.

“Kita pada posisi menjaga suasana di mana penyebaran Covid-19 sudah mulai melandai, positivty rate turun, BOR turun,” kata Khofifah Indar Parawansa

Sebagaimana diketahui bahwa penyebaran virus di Jawa Timur sudah mulai membaik sejak diberlakukannya PPKM tahap 1, tahap 2, juga PPKM mikro tahap satu hingga saat ini tahap keempat. 

BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 29 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 49 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60 persen. 

Namun begitu, Khofifah menyampaikan harapannya bahwa kebijakan pemerintah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan telah dipikirkan dengan pertimbangan yang matang. 

“So far kita juga berharap kebijakan pusat yang akan berdampak ke daerah semua diambil dengan pertimbangan pertimbangan bagaimana menjaga supaya yang sudah kondusif, yang sudah melandai, semua terproteksi,” pungkas Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Pembangunan Floodway Akan Jadi Solusi Atasi Banjir di Sampang Madura, Dibangun Sepanjang 7 Kilometer

Baca juga: Janin Bayi Ditemukan di Bibir Pantai Sumenep, Kepala hingga Kaki Terpotong, Diduga Korban Mutilasi

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Lengkap Sabtu 27 Maret 2021, Capricorn Perkuat Cinta, Pisces Kurang Komunikasi

Baca juga: Hati-hati, 5 Shio Ini Diramal Bernasib Sial Sepanjang Sabtu 27 Maret 2021, Penuh Sensitif dan Emosi

Simak berita lain terkait Mudik

Simak berita lain terkait Jawa Timur

Simak berita lain terkait Madura

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved