Breaking News:

Berita Jawa Timur

Mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2021 Dilarang, Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Patuh

Gubernur Jawa Timur meminta para ASN dan seluruh masyarakat untuk legowo menerima kebijakan larangan mudik Lebaran.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar warga Jawa Timur mengendalikan diri tidak keluar rumah jika tidak perlu pada libur 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Jawa Timur tegak lurus dengan keputusan pemerintah pusat yang melarang kegiatan mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2021.

Khofifah Indar Parawansa juga meminta para ASN dan seluruh masyarakat Jawa Timur untuk legowo menerima kebijakan larangan mudik Lebaran, mengingat pandemi Covid-19.

"Pemerintah masih melarang mudik. Kita harus longgar hati untuk menjaga keselamatan bersama. Tolong dipatuhi aturan ini," kata Khofifah Indar Parawansa, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Masyarakat Boleh Gelar Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjemaah, Gubernur Khofifah Beri Pesan ini

Baca juga: Waspada Peredaran Masker Medis Palsu, Dikhawatirkan Justru Buat Seseorang Rentan Tertular Covid-19

Baca juga: Istri Lemas Lihat Suami Gagahi Anak Gadis di Rumahnya, Putrinya Takut Diancam Dibunuh Jika Mengadu

Menurut Khofifah Indar Parawansa, seperti halnya Hari Raya Idul Fitri tahun lalu, kebiasaan masyarakat untuk bersilaturrahim dengan sanak keluarga mengucapkan Lebaran berhalal bi halal harus ditunda dulu.

Untuk sementara, kata dia, mengucapkan Lebaran harus dilakukan secara daring.

Khofifah menyebut, seiring berjalannya waktu, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 perlahan-lahan mulai melandai.

Hal itu tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam upaya yang dilakukan pemerintah dengan membuat beberapa kebijakan seperti penerapan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Lalu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga proses vaksinasi dan tentu peran aktif masyarakat menjaga protokol kesehatan.

"Kita bersyukur dan berterima kasih seluruh elemen melakukan berbagai ikhtiar. Meski saat ini proses penyebaran Covid-19 belum berhenti tapi sudah melandai," kata dia.

"Vaksinasi juga terus dimaksimalkan namun tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," terangnya.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Tak Ada Lokasi Bazar Takjil di Sampang - Waktu Bupati Sumenep di Keraton

Baca juga: Bisa Sebabkan Ledakan, Regulator Elpiji Merek ini Dilarang Dipakai, Warga Diimbau Lapor Jika Temukan

Meski begitu, lanjut Khofifah, pemerintah tetap mengambil langkah waspada. Salah satu aktivitas mudik saat libur lebaran pun masih dilarang.

Jika masyarakat diperbolehkan untuk mudik, pemerintah mengkhawatirkan terhadap penyebaran Covid-19 yang saat ini melandai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi di beberapa negara di Eropa yang kembali menerapkan lockdown, juga Filipina, Bangladesh dan India.

"Jadi, negara-negara tersebut masuk fase gelombang ketiga. Tentu kita berharap situasi yang melandai ini kita jaga, termasuk vaksinasi kita maksimalkan, menjaga jarak serta menggunakan masker dengan benar," jelas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved