Breaking News:

Berita Sumenep

6 Bulan Berstatus DPO, Warga Sumenep Pelaku Kasus Penganiayaan Ditangkap Tanpa Perlawanan di Jakarta

Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan asal Kabupaten Sumenep, Madura, ditangkap di Jakarta.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok Polres Sumenep
R (35) warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, saat dijemput polisi di tokonya di Jakarta, Jumat (9/4/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep menangkap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan, berinisial R (35).

Warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, itu ditangkap di toko miliknya di Jakarta.

"Tersangka ditangkap di toko miliknya, tepatnya di Jalan STM Walang Jaya Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Pengakuan DPO Kasus Asusila asal Sumenep, Tak Kuat Nafsu Lihat Tubuh Anak, Kabur hingga ke Luar Kota

Baca juga: BREAKING NEWS - Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid Meninggal Dunia di RS Siti Khodijah Sidoarjo

Baca juga: Uang Warga Kampung Miliarder Tuban Disebut-Sebut Tinggal Rp 50 Juta, Kades: Hanya Pengakuannya Saja

Tersangka menjadi DPO sejak bulan Oktober 2020 lalu, atas tindak pidana penganiayaan terhadap Rasidi, warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek.

R ditangkap di Jakarta tanpa perlawanan oleh Unit Resmob yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Sirat.

"Anggota pada dini hari tadi (sekitar pukul 00.15 WIB, red) mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di tokonya," kata dia.

"Kemudian anggota melakukan penangkapan, terhadap R tanpa adanya perlawanan," ungkapnya.

Mantan Kapolsek Sumenep Kota ini menerangkan, tersangka saat ini dalam perjalanan ke Polres Sumenep guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, R dijerat Pasal 351 (1) KUH Pidana tentang penganiayaan.

Baca juga: Layanan Rapid Test Antigen Gratis untuk Calon Mahasiswa Baru, Dinkes Bondowoso: Tersedia 2.000 Rapid

Baca juga: Warga Kediri Gelapkan Mobil Kerabat, Mobilnya Malah Tak Laku Karena Usang, Kini Terancam Dipenjara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved