Berita Mojokerto

Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021, Warga Manfaatkan Kereta Api Lokal untuk Pergi ke Luar Kota

Masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api lokal menyusul larangan mudik Lebaran 2021.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Sejumlah penumpang antre menunggu KA Doho Stasiun Mojokerto, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Sejumlah masyarakat memanfaatkan moda transportasi kereta api lokal menyusul larangan mudik Lebaran 2021.

Mereka dapat bepergian ke luar kota tanpa khawatir adanya penyekatan maupun surat keterangan rapid test tntigen, menyusul kebijakan Pemerintah teranyar mengenai larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi.

Penumpang kereta api lokal di Mojokerto ini misalnya, yang memanfaatkan KA Doho tujuan Surabaya Gubeng, Kertosono, Blitar (Pulang-pergi), untuk dapat bepergian ke luar kota.

Kereta api lokal seperti KA Doho dan KA Jenggala masih diperbolehkan beroperasi pada masa larangan mudik Lebaran 2021 pada 6 - 17 Mei 2021. Meskipun rute perjalanan kereta api lokal itu sudah melewati zona aglomerasi.

Kepala Stasiun Mojokerto, Agus Muljono mengatakan, kereta api tujuan lokal memang masih tetap beroperasi meski ada aturan larangan mudik Lebaran 2021.

Baca juga: Lima Kereta Api Beroperasi di Wilayah PT KAI Daop 9 Jember selama Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

"Tentunya kereta api lokal bukan untuk mudik karena sekarang yang diperbolehkan adalah untuk kepentingan mendesak atau darurat," ungkapnya di Stasiun Mojokerto, Sabtu (8/5/2021).

Dia hanya bisa menerka-nerka penumpang kereta api lokal yang bepergian keluar kota itu bukan melakoni mudik lokal melainkan untuk kepentingan pekerjaan dan lainnya.

"Operasional kereta api lokal yang melewati kota-kota dalam zona aglomerasi merupakan kebijakan dari pusat sehingga kita hanya menjalankan sesuai prosedur saja," ucap Agus.

Menurut dia, jumlah penumpang kereta api lokal dari Stasiun Mojokerto belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Mayoritas penumpang kereta api lokal yaitu didominasi wanita muda, mahasiswa, pekerja dan santri pondok pesantren.

"Peningkatan penumpang normal karena kereta api lokal diperuntukkan untuk masyarakat seperti bekerja di Surabaya dan sekitarnya," terangnya.

Baca juga: Inilah Syarat Naik Kereta Api saat Masa Larangan Mudik Lebaran 2021, Pastikan Bukan untuk Mudik

Rulinda (21) warga Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, adalah salah satu penumpang yang memanfaatkan kereta api lokal (KA Doho) untuk bepergian ke luar kota.

"Saya ke Surabaya ada acara mungkin karena pulangnya malam, jadi naik kendaraan lain atau nebeng temen," jelasnya.

Mahasiswi Akademi Maritim Jakarta ini mengaku, dampak penerapan penyekatan terkait larangan mudik ini juga sempat mengganggu aktivitas dan mobilitas mayarakat di suatu wilayah.

Alasan dia memilih naik kereta api lokal daripada kendaraan bermotor yaitu untuk menghindari penyekatan yang ribet karena harus membawa beberapa persyaratan hingga diminta putar balik.

"Ya memilih kereta api karena tidak ribet banget ya apalagi tidak ada persyaratan, daripada naik motor atau mobil nanti dicegat," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved