Breaking News:

Berita Surabaya

Ini Peran 5 Pelaku Sindikat Pencetak Upal Rp3,7 Miliar, Ada Si Pemodal dan Pencetak

Kelima anggota sindikat pembuatan upal itu, sudah beroperasi kurun waktu 10 bulan, dan telah memproduksi sekitar Rp3,7 Miliar upal

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
5 orang tersangka kasus uang palsu saat dikeler ke Mapolda Jatim 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lima orang anggota sindikat pelaku pembuat uang palsu (Upal) metode sablon offset yang produksi Rp3,7 Miliar upal, ternyata membagi tugas dalam menjalankan bisnis upal tersebut.

Ada yang bertugas mengedarkan dan menjual upal, berjumlah tiga orang. Di antaranya, Ali Agung (44) warga Ngetos, Nganjuk.

Lalu, Arso Suprantyo (37) warga Sumobito, Jombang; dan, Ahmad Untung Wijaya (57) warga Bareng, Jombang

Kemudian ada juga yang bertugas mencetak atau memproduksi upal, Joko Sugiarto (56) warga Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Dan ternyata, si pencetak upal tersebut didanai oleh Ari Susanto (63) warga Sambelia, Lombok.

Kelima anggota sindikat pembuatan upal itu, sudah beroperasi kurun waktu 10 bulan, dan telah memproduksi sekitar Rp3,7 Miliar upal, dengan pecahan Rp100 Ribu.

Kapolresta Banyuwangi Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu mengungkapkan, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan atas temuan kasus tersebut secara sistematis dan mengakar.

Pelaku, Arso Suprantyo (37) warga Sumobito, Jombang ditangkap petugas di rest area SPBU Kalibaru, Banyuwangi, pada Kamis (16/9/2021).

Petugas berhasil menyita upal sejumlah 71 lembar, pecahan Rp100 Ribu, dengan nilai total Rp7,1 Juta. Pengakuannya, ia memperoleh dari Ali Agung (44) warga Ngetos, Nganjuk

Pelaku, Ali Agung ditangkap pada Selasa (28/9/2021) dengan barang bukti upal satu miliar rupiah, yang diwadahi dua tas ransel. Pengakuannya, ia memperoleh dari Ahmad Untung Wijaya (57) warga Mojokerto yang tinggal di Jombang

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved