Breaking News:

Berita Pamekasan

Evaluasi DBHCHT, Diskominfo Pamekasan Gandeng Jurnalis Edukasi Masyarakat soal Bahaya Rokok Ilegal

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berharap semua pihak ikut andil melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai rokok ilegal.

Diskominfo Pamekasan
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan sambutan saat rapat monitoring dan evaluasi untuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Aria Hotel, Kabupaten Malang, Sabtu (20/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pamekasan, Madura, menggelar rapat monitoring dan evaluasi untuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Aria Hotel, Kabupaten Malang, Sabtu (20/11/2021).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kepala Diskominfo Pamekasan Ir Muhammad, Kabid IKP Diskominfo Pamekasan Arif Rachman Syah, perwakilan Bea Cukai Madura, sejumlah OPD yang menerima kucuran DBHCHT, dan sejumlah jurnalis Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, semua elemen bisa ikut andil melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai DBHCHT dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rokok ilegal.

Menurut dia, adanya peredaran rokok ilegal ini akan merugikan pendapatan negara.

Baca juga: Setop Peredaran Rokok Ilegal, Masyarakat Diharapkan Aktif Berantas Penyebaran Rokok Tanpa Cukai

Sebab, rokok ilegal tersebut tidak dilekati pita cukai.

"Rokok ilegal merupakan rokok yang beredar di masyarakat tanpa adanya izin cukai. Cukai merupakan salah satu pemasukkan pendapatan negara yang dananya akan dikembalikan ke masyarakat," kata Bupati Baddrut Tamam saat sambutan.

Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Pamekasan, Arif Rachman Syah mengatakan, dana dari hasil cukai hasil tembakau dipergunakan untuk melakukan berbagai kegiatan, di antaranya melakukan sosialiasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Kami selalu memberikan arahan kepada masyarakat mengenai dana tersebut agar nantinya dapat tersalurkan," kata Arif Rachman Syah.

Pria yang akrab disapa Mas Arif ini menginginkan OPD dan jurnalis se-Pamekasan agar menyamakan persepsi untuk bersama-sama ikut andil memberikan publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut dia, adanya sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dana yang dihasilkan dari hasil cukai dan tembakau, sehingga ada pemahaman tentang sosialisasi hasil cukai 2021.

“Mengenai kendala hingga saat ini tidak begitu signifikan, hanya saja komunikasi harus digencarkan dengan baik agar pemahaman tersebut sama antara OPD dan jurnalis agar bisa diterima oleh masyarakat apalagi dana tersebut nantinya akan kembali juga ke masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mas Arif juga berharap, digencarkannya mengenai sosialisasi dana DBHCHT ini bisa menjadikan banyak masyarakat yang paham dengan rokok legal.

Selain itu, hasil dana DBHCHT yang didapat nantinya akan diterima oleh masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved