Breaking News:

Berita Bangkalan

Ditemukan Utuh, Pria asal Pasuruan yang Tenggelam di Kali Porong Ditemukan di Bangkalan

Tidak berselang lama, sejumlah personel Polsek Modung beserta Tim Inafis Polres Bangkalan meluncur ke lokasi penemuan jasad

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Anggota Polsek Modung beserta Tim Inafis Polres Bangkalan mengevakuasi jasad Muhammad Nasyik (26), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dari pesisir Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jumat (26/11/2021) sekitar pukul 19.30 WIB 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Masyarakat pesisir Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan dibuat gaduh dengan keberadaan tubuh seorang pria tergolek sudah tidak bernyawa, Jumat (26/11/2021) sekitar pukul 19.30 WIB.

Atas penemuan tersebut, warga bergegas melaporkan ke Polsek Modung.

Tidak berselang lama, sejumlah personel Polsek Modung beserta Tim Inafis Polres Bangkalan meluncur ke lokasi penemuan mayat.

Identitas mayat pria tersebut diketahui bernama Muhammad Nasyik (26), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Kapolsek Modung, AKP Suwaji mengungkapkan, kepastian bahwa korban adalah warga Pasuruan ketika pihak keluarga menghubungi Polsek Modung. Melalui telepon, keluarga yakin berdasarkan pakaian yang dipakai korban.

Baca juga: Ini Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Pria di Rumah Kosong Pamekasan, Diduga Kuat Maling

“Setelah menelpon tadi malam, keluarga langsung menjemput dari RSUD Syamrabu. Korban terjatuh dari perahu di Kali Porong Lapindo, Sidoarjo pada 11 November 2021. Satu perahu diisi kakak-adik,” ungkap Suwaji kepada Surya, Sabtu (27/11/2021).  

Ia mengaku kaget ketika mendapati bahwa tubuh jenazah Muhammad Nasyik masih dalam kondisi utuh kendati dua pekan terombang-ambing di laut. Hanya beberapa bagian wajahnya yang mulai mengelupas.

“Padahal Kali Porong itu kan cettek (dangkal). Tetapi, keluarganya memberi tahu bahwa korban langsung menghilang ketika tubuhnya tercebur dari atas perahu,” jelas Suwaji.

Hasil visum et repertum menyimpulkan, lanjutnya, terjadi gagal pernafasan karena tersumbatnya jalan nafas yang menuju otak dan paru-paru akibat kekurangan oksigen ketika tenggelam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved