Breaking News:

Berita Jawa Timur

3 Kiai Sepuh di Jawa Timur Tanda Tangani Surat Berisi Imbauan Terkait Muktamar NU, Jaga Persatuan

Para kiai yang juga pengasuh pondok pesantren besar dan berpengaruh di Jawa Timur menyatakan mendukung pelaksanaan Muktamar 17 Desember

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Salinan imbauan yang ditandatangani para kiai sepuh 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tiga kiai sepuh di Jawa Timur menyatakan dukungan atas perintah dari Rais Aam PBNU, perihal pelaksanaan Muktamar ke-34 di Lampung. 

Para kiai yang juga pengasuh pondok pesantren besar dan berpengaruh di Jawa Timur menyatakan mendukung pelaksanaan Muktamar 17 Desember.

Tiga kiai sepuh yang mendukung penuh Rois Aam tersebut adalah KH Anwar Mansyur, Pengasuh Pesantren Lirboyo; kemudian KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Pesantren Ploso dan KH Fuad Nur Hasan, Pengasuh Pesantren Sidogiri.

"Dukungan para kiai ini untuk menjaga Marwah Rois Aam dan Marwah NU,” kata KH Anwar Iskandar selaku juru bicara Kiai Sepuh Jawa Timur, dalam pernyataannya, Minggu (28/11/2021).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Rois Aam PBNU KH Miftachul Ahyar mengeluarkan surat perintah kepada panitia untuk menggelar Muktamar pada 17 Desember 2021.

Baca juga: PWNU Jatim Keluarkan Sikap Resmi, Nyatakan Dukung Pelaksanaan Muktamar NU pada 17 Desember 2021

Perintah Rois Aam ini mendapatkan banyak dukungan di antaranya 27 Pengurus Wilayah NU serta beragam kelompok juga mendukung.

Menurut pengasuh Pesantren Al Amin Kediri itu, Rois Aam merupakan jabatan tertinggi di struktur Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga, menjaga Rois Aam sama halnya dengan mengawal martabat NU.

"Rois Aam tidak sendiri, para kiai dan banyak elemen berada di belakang Rois Aam,” sambungnya.

Selain menyatakan dukungan untuk Muktamar digelar 17 Desember, para kiai sepuh di Jawa Timur juga mengeluarkan beberapa imbauan kepada seluruh pihak.

Diantaranya, meminta seluruh pihak untuk senantiasa menjaga kebersamaan, kekompakan, persatuan serta mengedepankan akhlaqul karimah dalam mengelola jam'iyah Nahdlatul Ulama. Terlebih menghadapi Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama.

Kemudian, juga mengimbau seluruh pihak untuk sama-sama menghormati, menaati dan mengawal keputusan PBNU. Khususnya, Rais Aam sebagai pemimpin tertinggi Jamiyah NU sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NU.

Sebelumnya, kapan terkait pelaksanaan Muktamar memang sempat tarik ulur. Itu karena rencana penerapan PPKM level 3 akan diterapkan pemerintah pada 24 Desember. 

Hal tersebut berimbas pada rencana Muktamar yang sedianya bakal berlangsung pada 23-25 Desember 2021. 

Pada perkembangannya, Rais Am baru-baru ini mengeluarkan surat perintah yang memerintahkan panitia agar segera mengambil langkah-langkah terukur untuk menyelenggarakan muktamar pada tanggal 17 Desember 2021. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved