Menilik Peluang Emil Dardak dan Bayu Airlangga di Musda Demokrat Jatim, Sama-Sama Punya Basis Kuat?

dua nama bakal kandidat Ketua Demokrat Jatim, dinilai juga merupakan representasi dua kekuatan besar yang masing-masing penting bagi partai.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Yusron Naufal Putra
Bayu Airlangga (kiri) saat bersama dengan Emil Elestianto Dardak (kanan) di satu kesempatan 

Menyatukan kedua figur itu merupakan tugas Partai Demokrat jika ingin kuat sebagai partai politik. 

Dalam situasi ini, kata Surokim, kuncinya adalah jalan tengah, mencari formulasi tepat menyatukan dua kekuatan tersebut. 

"Dua duanya penting bagi Demokrat sehingga jalan tengah untuk menyatukan dua kekuatan itu tetap menjadi pilihan ideal," terang Surokim. 

Peneliti senior SSC itu menyatakan jalan tengah turut menjadi hal krusial terlebih kontestasi Pemilu 2024 menjadi agenda terdekat partai politik. 

Penyiapan upaya pemenangan harus dimulai dari soliditas di internal. Sehingga jalan tengah yang mengakomodir masing-masing penting dilakukan. 

"Jika nanti yang terpilih Mas Emil atau Mas Bayu dengan win and lose saling meniadakan maka menurut saya Demokrat Jatim akan tetap menghadapi situasi sulit dan terjal menuju 2024. Energinya akan habis untuk konsolidasi dan sulit untuk ekspansi," jelas Dekan Fisib UTM itu. 

Disisi lain, jika jalan tengah mendapati kebuntuan, Surokim menilai Partai Demokrat juga penting mempertimbangkan munculnya calon alternatif.

Menurutnya calon alternatif juga harus mengakomodir kedua kekuatan penting tersebut. 

"Minimal yang dipercaya kedua kubu, Saya yakin ada jika mau mencari. Kalau jalan menyatukan buntu lalu pilihan jalan sendiri-sendiri keduanya problematik untuk Demokrat ya lebih baik memilih tokoh alternatif," tuntasnya. 
---

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved