Ramadan 2022

Cara Diet di Bulan Puasa Menurut Ahli Gizi Unair, tak Berlebihan saat Berbuka, Atur Asupan Makanan

Diet adalah mengatur pola makan Hal itu penting dilakukan untuk memperbaiki status gizi, mengontrol atau menurunkan berat badan

Editor: Samsul Arifin
Getty Images via Express.co.uk
Ilustrasi diet 

TRIBUNMADURA.COM, JAKARTA - Inilah cara menurunkan dan mengontrol berat badan saat bulan puasa menurut ahli gizi.

Dikatakan Ahli gizi dari Universitas Airlangga (UNAIR), Mahmud Aditya Rifqi menuturkan, menahan lapar dan haus tidak semata-mata dapat dikatakan diet.

Diet adalah mengatur pola makan. Hal itu penting dilakukan untuk memperbaiki status gizi, mengontrol atau menurunkan berat badan.

Ada bermacam-macam jenis diet, salah satunya adalah intermittent fasting.

“Intermittent fasting merupakan metode mengatur pola makan dengan cara berpuasa beberapa waktu. Itu ada polanya. Kita umat muslim menerapkan prinsip diet ini dalam bentuk puasa ramadhan. Jadi dari salah satu metode diet, puasa itu salah satu metode juga dalam mengatur pola makan,” ujarnya dikutip dari laman unair.ac.id.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Ketika Minum Es saat Berbuka Puasa, Benarkah Dapat Ganggu Kesehatan?

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu menegaskan, terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin menjalankan puasa ramadhan sekaligus diet sehat menurunkan berat badan.

Seperti, mengontrol diri saat sahur dan berbuka serta mengatur asupan.

Tak Berlebihan saat Buka Puasa

Saat puasa ramadhan tubuh dilatih untuk mengonsumsi makanan secara teratur yaitu di waktu sahur dan berbuka.

Namun jika waktu berbuka dijadikan sebagai ajang balas dendam, yakni dengan mengonsumsi makanan berlebih hingga malam hari maka hal tersebut tidak akan dapat mengurangi lemak dalam tubuh.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved