Berita Bangkalan

Kondisi 5 Sapi Positif PMK di Bangkalan Mulai Membaik, Namun SOP Lalu Lintas Pengiriman Belum Jelas

Kondisi 5 ekor sapi silangan di kandang UPT Balai Karantina, Kecamatan Tanjung Bumi berangsur membaik

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Pemberian suntikan Penstrep (antibiotik), B-Sanplex (vitamin B Komplek), dan Biodin (vitamin penguat otot) kembali dilakukan Tim Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan terhadap 5 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK tersebut Kamis (19/5/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pemberlakukan darurat prosedur tetap (protap) dengan menyuntikkan vitamin dan antibiotik, Sabtu (14/5/2022) oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan menuai hasil maksimal.

Kondisi 5 ekor sapi silangan di kandang UPT Balai Karantina, Kecamatan Tanjung Bumi berangsur membaik, bahkan kelima sapi dari luar Madura itu tampak lahap memakan rumput.

Pemberian suntikan Penstrep (antibiotik), B-Sanplex (vitamin B Komplek), dan Biodin (vitamin penguat otot) kembali dilakukan Tim Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan terhadap 5 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK tersebut Kamis (19/5/2022).

Di kandang Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bangkalan Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Telaga Biru Tanjung Bumi itu, terdapat sejumlah 141 ekor sapi Madura, sejumlah 22 ekor di antaranya adalah sapi silangan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Drh Ali Makki mengungkapkan, sejauh ini kondisi 5 sapi positif PMK dan sapi-sapi lain yang suspect sudah mulai membaik.

“Contoh yang ini (sapi silangan positif PMK) kemarin paling parah hipersalivasinya, sekearang sudah membaik dan mau makan.  Jadi programnya dari Sabtu sampai sekarang sudah banyak perkembangan dan hari ini kami ulangi lagi pengobatan kedua,” ungkap Ali kepada Surya di sela-sela penyuntikan kedua.

Dari total 141 ekor sapi di kandang UPT Balai Karantina Bangkalan, total sapi suspect atau diduga kuat terpapar virus PKM sejumlah 37 ekor pada awal pihak Balai Karantina memberlakukan pengetatan pada 6 Mei 2022.

Dengan rincian sebanyak 20 ekor sapi Madura dan 17 ekor sapi silangan. Tim Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan pada pengobatan pertama, Sabtu (14/5/2022) mendapati 37 ekor sapi itu telah memiliki tanda-tanda klinis. Seperti air liur mengalir, tidak mau makan, hingga melepuh di bagian kuku.

Pengumuman hasil uji sampel darah dari Laboratorium Balai Besar Veteriner, Yogyakarta disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid di hadapan Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, Wakil Ketua DPRD H Fatkhurrahman, Kepala UPT Balai Karantina Bangkalan, Agus Margiyanto, hingga sejumlah perwakilan peternak dan pedagang sapi se Kabupaten Bangkalan dalam rapat bersama, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Peresmian Rumah Restorative Justice, Kajati Jatim Mia Amiati Jelaskan Syarat Penerapannya

Baca juga: Nestapa Peternak Sapi Bangkalan di Masa PMK, Berkah bagi Anak Kandang UPT Balai Karantina

Baca juga: Respon Dinas Perikanan Lumajang, Terkait Munculnya Ikan Raksasa di Ranu Pakis, Foto dari Internet

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Ali menjelaskan, kendati status Bangkalan sebagai daerah tertular terkonfirmasi positif PKM melalui hasil uji laboratorium namun bukan berarti menutup pintu pengiriman sapi ke luar Madura tertutup rapat.  

“Dinas Peternakan Provinsi Jatim juga tengah menyusun SOP tentang lalu lintas pengiriman. Seperti contoh dari daerah tertular ke tertular, atau dari tertular ke daerah wabah. Asalkan daerah tujuan masih mau menerima. Tetapi kalau dari daerah tertular ke bebas, sudah pasti tidak bisa,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, SOP lalu lintas pengiriman sapi di masa wabah PMK yang berisikan sekitar 16 poin itu hingga saat ini belum ditandatangani dan baru saja diantarkan ke Kementerian Pertanian.

“Kami sedang berusaha mencari solusi. Karena itu kami berharap para peternak dan pedagang sapi untuk bersabar dan menyikapi wabah ini dengan tidak panik. Tingkat kematiannya rendah, di kisaran 3 persen hingga 5 persen. Namun tingkat penularannya itu yang membuat panik, di angka 90 persen hingga 100 persen,” pungkasnya.

Kepastian kapan lalu lintas pengiriman sapi keluar Madura juga belum bisa disampaikan pihak UPT Balai Karantina Bangkalan. Penanggung Jawab Wilayah Kerja Pelabuhan Telaga Biru, Bangkalan, Drh Eka Wahyuni tidak bisa memberikan kepastian karena hal itu merupakan kebijakan dan ranah pimpinan.  

“Namun alhamdulillah, kondisi sapi-sapi sudah menunjukkan ke arah kesembuhan seperti peningkatan nafsu makan, gejala klinis juga mulai berkurang bahkan sudah tidak tampak. Setiap hari kami sudah melakukan treatment, kami lakukan observasi, dan hasilnya perkembangan cukup baik,” singkat perempun yang hanya bertugas sebatas penanganan Instalasi Karantina Hewan (IKH). (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved