Sejarah

Cantik Bukan Berkah di Zaman Kerajaan ini, Alih-Alih Disayang, Orang Sekitar Lakukan Hal Keji ini

Tetapi ada juga sekelompok selir terpilih yang tugasnya adalah melahirkan anak bagi kaisar "sebanyak yang dia bisa menjadi ayah

Editor: Aqwamit Torik
Pixabay
Ilustrasi penghuni istana yang cantik 

TRIBUNMADURA.COM - Menjadi cantik di zaman kerajaan ini bukanlah hal yang membuahkan berkah.

Sebab, ada beberapa hal yang membuat wanita cantik ini justru terancam.

Meski disukai oleh banyak lelaki, tidak dengan wanita di sekitarnya.

Hidupnya akan merasa terancam.

Semua wanita yang tinggal di Kota Terlarang diasingkan dengan hati-hati di ruang kekaisaran jauh di dalam istana.

Mereka dibatasi di pelataran dalam dan dilarang keluar dari bagian utara.

Sebagian besar wanita di Kota Terlarang dipekerjakan sebagai pelayan, tetapi ada juga sekelompok selir terpilih yang tugasnya adalah melahirkan anak bagi kaisar "sebanyak yang dia bisa menjadi ayah.

Baca juga: Inilah Kondisi Tubuh Jika Makan Tempe Setiap Hari, Sejumlah Kandungan ini Akan Diserap Tubuh

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Mereka yang melahirkan anak laki-laki bisa diangkat menjadi kaisar, dengan permaisuri di atas urutan kekuasaan.

Wanita dipilih sebagai xiunu (wanita elegan) untuk istana pada awal Dinasti Jin (265-420 M) dan kriteria seleksi berkisar dari kaisar ke kaisar.

Dalam dinasti Ming, misalnya, tidak ada rumah tangga yang dikecualikan dari pemilihan.

Menurut undang-undang, semua wanita muda yang belum menikah melalui proses seleksi xiunu.

Hanya anak perempuan yang telah menikah atau dengan cacat fisik atau cacat fisik yang dikecualikan.

Tetapi Kaisar Qing Shunzhi (1638-1661) mulai mengecualikan sebagian besar populasi Han dengan membatasi seleksi pada keluarga "Delapan Panji", yang sebagian besar adalah Manchuria dan Mongolia. 

Halaman
123
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved