Berita Madura

Truk Angkut Tembakau Dibakar Warga di Pamekasan, Sopir Truk Sampai Bersimpuh Minta Truk Tak Dibakar

Di antara mereka berteriak agar truknya dibakar. Mendengar kalimat itu, Busro yang berada tidak jauh dari truknya ketakutan bercampur panik.

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Truk S 8413 D bermuatan tembakau seberat 3 ton, hangus dibakar massa, di lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, Pamekasan. 

Tetapi nasib Busro, tidak seberuntung Supriyanto. Setelah truknya dihadang, tiga orang naik ke atas meminta Busro turun. “Kamu turun dan naik mobil pikap di belakang, biar saya yang mengemudikan truk ini. Mau dibawa ke mana, tinggal kamu ikut dari belakang,” kata salah seorang dari mereka.

 

Ketika Busro di dalam mobil pikap mengikuti laju truk yang dikemudikan orang lain, Busro meminta truknya tidak diapa-apakan.

“Sudahlah, bapak tenang saja. Truk bapak aman, kami hanya akan menurunkan semua tembakunya. Setelah itu silakan bapak kembali ke Jawa,” kata salah seorang penumpang mobil pikap.

 

Kemudian truknya dibawa hingga ke lapangan Desa Bulay. Mereka kemudian menurunkan muatan tembakaunya. Tetapi baru seperempat dari muatan tembakaunya diturunkan, di antara mereka berteriak agar truknya dibakar. Mendengar kalimat itu, Busro yang berada tidak jauh dari truknya ketakutan bercampur panik.

 

Di hadapan warga, Busro yang semula berdiri langsung duduk bersimpuh di tanah, memohon ampun kepada warga truknya jangan dibakar. “Pak silakan semua tembakaunya diturunkan. Tapi tolong, truknya jangan dibakar. Kasihani saya. Truk itu milik orang, saya hanya menyewa,” ujar Busro, berulang-ulang.

 

Rupanya, emosi mereka sudah tidak terkendali. Di antara mereka menyiramkan dua jerigen bahan bakar yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan disiramkan ke truknya, hingga terbakar. Dan ketika Busro melihat truknya dirubung api, Busro lemas.

 

Aparat Polsek Galis dan Polres Pamekasan yang mendapat informasi datang ke lapangan untuk melakukan pengamanan. Begitu juga satu mobil pemadam kebaran datang ke lokasi, melakukan pemadaman. Sementara warga yang diduga membakar truk itu membubarkan diri. Akibat kejadian itu, bagian depan truk truk hangus tinggal kerangka. Sementara bak truk terlihat utuh dan hanya menghitam.

 

Dengan kalimat terpotong-potong, Busro, kepada SURYA saat ditemui di Polres Pamekasan, mengatakan saat ini dirinya lemas dan tidak tahu harus berbuat apa untuk mempertanggungjawabkan kepada pemilik truknya. “Sejak berangkat dari Bojonegoro, hingga siang ini saya belum makan. Selera saya hilang, akibat kejadian ini. Dan istri di rumah sudah tahu masalah ini, kondisinya syok berat,” kata Busro.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved