Berita Madura

Buntut Kasus Dugaan Pungli PTSL, Dear Jatim Korda Sumenep Datangi Kejaksaan, ini Tujuannya

Diketahui dugaan kasus PTSL di Desa Tamansare itu telah dilaporkan ke Kejari Sumenep pada bulan Desember 2021.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Jubir Dear Jatim Korda Sumenep, Mahbub Junaidi saat berikan keterangan, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sejumlah Mahasiswa yang mengatasnamakan Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur Koordinator Daerah Sumenep (Dear Jatim Korda Sumenep) menggelar audensi ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat pada jari Rabu (28/9/7/2022).

Kedatangan mereka dalam rangka mempertanyakan dugaan kasus pungutan liar (Pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Tamansare, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep yang ditudingnya telah merugikan warga setempat.

Sebagaimana diketahui, bahwa dugaan kasus PTSL di Desa Tamansare itu telah dilaporkan ke Kejari Sumenep pada bulan Desember 2021.

Baca juga: Program PTSL Tahun 2022 di BPN Sumenep Capai 40 Persen, ini Harapannya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

"Kedatangan kami buntut dari aksi kemaren, kami pertanyakan kasus dugaan pungli PTSL Desa Taman sare sampai sekarang belum terang," terang jubir Dear Jatim Korda Sumenep, Mahbub Junaidi pada media ini.

Pihaknya mengaku dalam audensi ditemui Kasi Intel Kejari Sumenep Novan Bernadi. Namun, dalam pertemuan itu katanya belum puas dan ditemukan jawaban yang bisa diterimanya.

Berdasarkan data yang dikantongi mahasiswa dari Dear Jatim Korda Sumenep, sedikitnya terdapat puluhan warga yang dirugikan lantaran harus membayar sejumlah uang berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah saat mengurus kepemilikan tanah (sertifikat).

Padahal, PTSL tersebut adalah suatu program serentak yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas suatu tanah milik masyarakat secara gratis.

Meski beberapa bukti telah disertakan sewaktu laporan kepada kejaksaan setempat, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan siapa yang bermain dan patut dijadikan tersangka dalam kasus pungli tersebut.

"Tapi respon dari kejaksaan masih membutuhkan alat bukti yang kuat, dan harapan kami segera dugaan kasus ini segera selesai," pintanya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Sumenep Novan Bernadi saat dikonfirmasi mengaku hal itu menjadi kewenangan Kejati Jatim. Karena laporannya bukan ke Kejari Sumenep.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved