Lebaran 2024
Tradisi Pawai Takbir Keliling di Bangkalan, Pererat Tali Silaturahmi Antar Masyarakat dari Merantau
Tradisi pawai takbir di Bangkalan dilakukan sambil membawa alat tabuh bedug, obor, hingga ornamen lampion bernuansa Islami.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadhan, masyarakat muslim Indonesia di malam menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri selalu melewati dengan gelaran takbir keliling.
Tradisi pawai takbir itu dilakukan sambil membawa alat tabuh bedug, obor, hingga ornamen lampion bernuansa Islami.
Seiring berkembangnya zaman, takbir keliling tidak sebatas bertujuan melakukan syiar Islam namun berkembang sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antar warga.
Bahkan belakangan, pawai takbir dikemas dalam kemeriahan lomba, seperti yang digelar rutin tahunan oleh Ponpes At-Tahririyah, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Selasa (9/4/2024) malam.
‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd’ (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, segala puji bagi Nya) terdengar menggema dan melebur dalam irama tabuhan bedug di sepanjang Jalan Raya Desa Patereman dan Desa Pangpajung, Kecamatan Modung.
Masyarakat di dua desa itu, tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Gebyar Lomba Takbir Berjalan yang diadakan Ponpes At-Tahririyah pada setiap malam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Kesempatan itu juga menjadi momen temu kangen masyarakat setelah kembali dari tanah rantau untuk berlebaran di kampung halaman.
“Kami kembali dipertemukan dengan saudara, teman, dan kerabat yang beberapa di antara mereka memang lumayan lama berada di perantauan."
"Pada momen seperti ini, kami bisa bercengkrama, saling bermaaf-maafan,” singkat Muhiddin (28), warga Desa Patereman kepada Tribun Madura.
Bukan sekedar menjaga hubungan sesama manusia atau Hablum Minannas yang tercipta dalam tradisi takbir di malam Hari Raya Idul Fitri.
Namun juga sebagai bentuk pengagungan akan kebesaran Allah, menggugah kembali kesadaran bahwa kebesaran itu hanya milik Allah.
Melalui lantunan kalimat takbir, sebagaimana banyak diriwayatkan, makna dalam ungkapkan, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wallahu akbar.
Allahu Akbar wa lillahil hamd’membawa pada kesadaran akan fitrah seseorang sebagai manusia.
Sehebat apapun manusia, setinggi apa pun derajatnya, atau sebanyak apapun hartanya, fitrah manusia adalah hamba Allah.
Melihat Antusiasme Masyarakat di Gresik Jelang Tradisi Rioyo Kupat |
![]() |
---|
Tips Anti Gagal Membuat Ketupat: Tekstur Lembut Tetap Padat, Tidak Mudah Basi |
![]() |
---|
Puncak Arus Balik Lebaran, Belasan Supir Bus di Sampang di Tes Urine, Hasilnya Tak Terduga |
![]() |
---|
Ribuan Ketupat Gratis Meriahkan Festival Ketupat Masjid Al Ahmad Kediri |
![]() |
---|
Melintasi Indahnya Pemandangan Jalur Lintas Selatan Pacitan, Pemudik Wajib Coba |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.