Kamis, 23 April 2026

Berita Sumenep

DPD KNPI Jatim Minta APH Selidiki Dugaan Pemalakan Ketua Sementara DPRD Sumenep

DPD KNPI Jawa Timur meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak cepat dan turun melakukan penyelidikan terkait duaan penyalahgunaan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Ali
Karangan bunga berjejer untuk Ketua Sementara DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin terkait razia kos - kosan dan hotel yang tercium PSK di Sumenep pada Rabu (18/9/2024). 

Seharusnya kata Addur, jika H. Zainal Arifin punya niat baik untuk memberhentikan pekerjaan maksiat tersebut harus datang baik-baik memberikan peringatan dan juga pembinaan.

"Mau memberhentikan giman, kalau dia (Ji Zinal) minta uang, dan uang yang diberikan itu (Rp 6 juta) hasil dari ngutang yang diberikan ke Ji Zinal. Ketua DPR itu," tuturnya.

Bahkan lanjutnya, mereka (PSK) yang diamankan disebut-sebut akan dikirim ke Kediri dan ucapan itu membuat ketakutan hingga nangis.

"Ditakut-takuti mau dikirim ke kediri, ya nangis semua," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Sementara DPRD Sumenep H. Zainal Arifin mengaku tidak merima uang palak dari mucikari atas nama Addur. Sebab, baginya uang tersebut terlalu kecil.

"Tidak, untuk apa mencari uang sekecil itu," kata Zainal Arfin saat dikonfirmasi kebenaran minta uang Rp 10 juta ke tiga bos tempat PSK yang sempat digerebek bersama Satpol PP Sumenep tersebut.

Untuk diketahui, Ketua sementara DPRD Sumenep H. Zainal Arifin bersama Satpol PP menggerebek tiga tempat lokalisasi di Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten pada Jumat (6/9/2024).

Hasilnya, ada delapan PSK yang ditemukan di tiga lokasi Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten Sumenep.

Delapan orang wanita yang diduga jadi pemuas nafsu hidung belang tersebut berada di kantor Satpol PP Sumenep pada pukul 16.50 WIB.

Politisi PDI Perjuangan Sumenep ini mengaku, membasmi tempat pelacuran di wilayah Kecamatan Ambunten tersebut merupakan keiinginannya.

"Saya berterimakasih pada Satpol PP telah memenuhibkeinginan saya selaku Ketua DPRD Sumenep untuk membasmi pelacur di kecamatan ambunten," tutur Zainal Arifin didampingi Kepala Satpol PP Sumenep.

Bahkan lanjutnya, dirinya menargetkan untuk membsrsihkan tempat dan pelacur itu se Kabupaten Sumenep.

"Tidak hanya tempat-tempat seperti ini (tiga lokasi di Desa Beluk Ares) yang saya targetkan, tapi kos kosan, hotel yang ada di kabupaten Sumenep dan berbau asusila akan kami basmi," tegasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved