Berita Viral

4 Fakta Tragis 3 Kakak Beradik Dibacok Tetangga di Deli Serdang, Pelaku Tak Menyesal: Emosi Saya

Inilah fakta tiga kakak beradik dibacok tetangganya di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pelaku Rudi Sihaloho tak menyesal.

Editor: Titis Suud
Kolase Istimewa/TribunMadura
Rudi Sihaloho (41 tahun), pelaku bacok tiga kakak beradik di Gang Dahlia, Jalan Masjid, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Setelah menikam Natan, Rudi melanjutkan aksinya dengan menyerang Owen dan Daren yang duduk di teras rumah.

Rinaldi mengungkapkan bagaimana dia melihat kondisi anaknya yang sangat mengkhawatirkan saat berada di rumah sakit.

"Mereka mengalami luka robek di bagian perutnya hingga usus terbura," kata Rinaldi.

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban tetapi juga mengguncang komunitas setempat.

Ketakutan dan pertanyaan tentang keamanan anak-anak di lingkungan menjadi sorotan utama setelah insiden memilukan ini.

Sebagai orang tua, Rinaldi berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan dan masyarakat dapat lebih waspada terhadap tindakan yang mencurigakan di sekitarnya.

Baca juga: Remaja 14 Tahun Bantai Ayah Ibu dan Nenek di Lebak Bulus, Diduga Depresi Belajar, Ngaku Saya Sakit

Baca juga: Alasan Yusa Tak Bunuh Si Bungsu, Pelaku Bantai 1 Keluarga di Kediri Gegara Dilarang Nikah Lagi

2.Ibu korban dikabari saat kerja: Saya merasa mimpi dan masih tidak percaya

Hertawan Lawolo, 31 tahun, ibu kandung Daren Simarmata (1,5 tahun) dan Owen Simarmata (4 tahun) bocah malang yang tewas dibunuh tetangganya bernama Rudi Sihaloho
Hertawan Lawolo, 31 tahun, ibu kandung Daren Simarmata (1,5 tahun) dan Owen Simarmata (4 tahun) bocah malang yang tewas dibunuh tetangganya bernama Rudi Sihaloho (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Hertawan Lawolo (31) tak menyangka dua anaknya tewas mengenaskan dibunuh Rudi, sedangkan satu lagi yang bernama Natan Simarmata (7) masih dirawat di rumah sakit.

Pada Senin 9 Desember pagi, dia beraktivitas seperti biasa yakni bangun tidur, mengurus suami dan anaknya sebelum berangkat bekerja di salah satu rumah sakit swasta sebagai perawat.

Berangkat dari rumah, tanpa perasaan aneh dia pun bekerja sebagai tenaga medis seperti biasanya.

Saat sedang bekerja, sekira pukul 11:00 WIB, tiba-tiba handphonenya berdering, karena Rinaldi Simarmata, suaminya menelepon.

Begitu diangkat, suara Rinaldi terbata-bata saat berbicara.

Rinaldi cuma bilang anaknya tertusuk, tanpa menjelaskan detail tertusuk seperti apa.

Kemudian, telepon terputus. Sedangkan Hertawan masih tak mengerti maksud suaminya, sambil melanjutkan pekerjaannya.

Berselang beberapa menit, pesan singkat berupa video melalui WhatsApp dari Rinaldi masuk ke handphone Hertawan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved