Hikmah Ramadan 2025
Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa
Hampir semua ibadah ada celah untuk dipamerkan. Namun tidak demikian dengan puasa.
Ada pula menyampaikan nasehat-nasehatnya.
Bahkan ada pula yang marah-marah di media sosial.
Akhirnya media sosial menjadi saluran semua pemikiran, perasaan dan aktivitas ditumpahkan.
Ada yang bermuatan positif, misalnya mengajak orang lain berbuat baik.
Ada juga yang negatif mengumbar aib diri sendiri atau orang lain.
Media sosial adalah alat, tergantung manusia apakah akan dibuat kebaikan atau keburukan.
Nilai media sosial tergantung pemanfaatannya bagi manusia.
Kembali pada berpuasa. Selama menjalankan puasa Ramadhan manusia tetap berpeluang berbuat maksiat dan kebaikan.
Apakah melalui media sosial atau tidak.
Mereka yang waktunya hampir dihabiskan di media sosial juga memiliki peluang yang sama.
Oleh karena itu bijak dalam memanfaatkan media sosial sangat penting.
Terlebih selama Puasa Ramadhan.
Banyak aplikasi, sumber berita dan tayangan di media sosial yang menawarkan kebaikan.
Misalnya aplikasi Al Qur'an, orang bisa memasangnya di HPnya.
Sewaktu-waktu dan dimanapun dapat dimanfaatkan membaca Al Qur'an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-Infokom-MUI-Jatim-H-M-Sururi-menulis-artikel-Hikmah-Ramadan-2025.jpg)