Kamis, 28 Mei 2026

Hikmah Ramadan 2025

Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa

Hampir semua ibadah ada celah untuk dipamerkan. Namun tidak demikian dengan puasa.

Tayang:
Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
HIKMAH RAMADAN - Ketua Komisi Infokom MUI Jatim, H M Sururi menulis artikel Hikmah Ramadan 2025 berjudul "Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa" yang tayang pada Kamis (27/3/2025). 

Dalam beberapa Hadits, Allah menegaskan bahwa Puasa adalah untukNYA, dan pahalanya langsung dari Allah.

Jika shalat misalnya ketika jama'ah akan mendapat pahala 27 kali lipat/derajat, maka berpuasa payalanya bisa berlipat-lipat menurut Allah sendiri yang membalasnya.

Kita tidak bisa memamerkan puasa kita.

Apakah misalnya kita menunjukkan gerakan loyo itu sebagai bentuk pamer puasa kita. Orang lain tidak tahu betul.

Orang yang kelihatan semangat menunjukkan tidak puasa, kita tidak tahu betul.

Maka berpuasa adalah rahasia manusia dengan Allah, ibadah khusus, ibadah keintiman.

Urusannya hanya antara pelaku puasa dengan Allah, tak ada urusan dengan manusia lain.

Dalam masyarakat ada ungkapan populer, yakni "tapa ing rame", bertapa dalam situasi rame.

Umumnya orang bertapa itu di tempat-tempat sepi agar bisa berkonsentrasi.

Namun berpuasa Ramadhan tidak demikian. Justru ia dilaksanakan dalam suasana keseharian, suasana bekerja dan beraktivitas seperti saat tidak berpuasa.

Tidak ada bedanya aktivitas saat puasa atau tidak puasa.

Puasa tidak bisa menjadi dalih untuk bermalas-malasan.

Syariat tidak bisa menjadi alasan untuk tidak menjalankan kewajiban lainnya.

Bekerja adalah kewajiban dalam rangka memenuhi nafkah keluarga. Puasa tidak bisa dijadikan alasan, orang tidak bekerja.

Itulah sebenarnya "bertapa dalam situasi ramai".

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved