Kanal

Demonstrasi di Malang, Aliansi Mahasiswa Papua Ngaku Dipukul & 5 Luka Berat, Polisi Sebut Langgar UU

Polisi membubarkan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu. - TRIBUNMADURA/HAYU YUDHA PRABOWO

Demonstrasi di Kota Malang, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Mengaku Dipukul & 5 Luka Berat, Polisi Sebut Langgar Undang-undang (UU)

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mengaku menjadi korban pemukulan saat akan melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Malang, Kamis (15/8/2019).

Kejadian bermula saat massa aksi AMP berkumpul di Stadion Gajayana Kota Malang sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan long march menuju Balai Kota Malang.

Di sana, mereka dihadang oleh sekumpulan orang berbaju preman dan disebut mirip binatang.

"Kami dipukul dengan helm dan dilempar batu serta ditendang. Saat itu ada pihak kepolisian namun sama sekali tidak amankan kami," ujar Juru Bicara AMP, Wenne Huby.

Melihat temannya diduga menjadi korban pemukulan, AMP membalasnya dengan melempar balik.

Sontak, terjadilah aksi saling lempar batu di sekitar kawasan Kayutangan.

"Pada saat itu sudah ada tiga motor kepolisian, satu mobil Dalmas, satu mobil kecil," imbuhnya.

Massa aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berjumlah 27 orang itu makin terdesak dan akhirnya berorasi di Jalan Kahuripan Kota Malang.

Di sana, mereka menyampaikan aspirasi bahwa ingin lepas dari Indonesia dan mencabut perjanjian New York.

Halaman
1234
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Mujib Anwar
Sumber: TribunMadura.com

Penyebab Istri Striker Bali United Ilija Spaso, Lelhy Arief Meninggal Dunia, Dua Hari Dirawat di ICU

Berita Populer