Minggu, 14 Juni 2026

Ramadan 2026

Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Penyakit Maag dan Asam Lambung

Penderita maag tetap bisa puasa? Dokter Spesialis Penyakit Dalam membagikan tips aman berpuasa selama Ramadan.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com/PWI Pamekasan
PEDULI KESEHATAN (Arsip) - PWI Pamekasan menggelar cek kesehatan jantung gratis bagi wartawan dan kepala desa di tengah momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (15/2/2026). Dokter Spesialis Penyakit Dalam lulusan Universitas Indonesia (UI), dr Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, menjelaskan, puasa tetap bisa dijalankan selama kondisi pasien terkontrol dan dipersiapkan dengan baik. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, membagikan tips puasa untuk penderita maag dan asam lambung
  • Ia menyarankan pasien mengenali tingkat keparahan penyakit, mengatur pola serta jenis makanan, dan berkonsultasi jika membutuhkan obat. 
  • Hindari makanan yang terlalu asam, pedas, manis, atau berlebihan.

TRIBUNMADURA.COM – Perubahan pola makan selama Bulan Ramadan kerap menjadi kekhawatiran bagi penderita maag atau asam lambung.

Tak sedikit yang ragu berpuasa karena takut kambuh saat menahan lapar seharian.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam lulusan Universitas Indonesia (UI), dr Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, menjelaskan, puasa tetap bisa dijalankan selama kondisi pasien terkontrol dan dipersiapkan dengan baik.

Baca juga: Tips Khatam Alquran dalam 30 Hari Selama Bulan Ramadan 2026

Pahami Kondisi Tubuh

dr Andi menjelaskan, tingkat keparahan maag pada setiap orang berbeda.

Ada yang cukup diatasi dengan pengaturan pola dan jenis makanan, namun ada pula yang membutuhkan obat, bahkan pengawasan dokter.

“Ada yang hanya perlu mengatur jam makan dan jenis makanan. Ada juga yang perlu obat bebas, dan ada yang harus dengan resep dokter,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, pada Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, puasa bukan berarti tidak makan sama sekali, melainkan hanya menggeser waktu makan ke sahur dan berbuka.

“Ini bukan tidak makan, tapi mendisiplinkan dan menggeser jam makan,” jelasnya.

Bagi pasien yang rutin mengonsumsi obat lambung, ia menyarankan konsultasi terlebih dahulu agar jadwal minum obat dapat disesuaikan selama Ramadan.

Baca juga: Penyebab Bau Mulut Saat Puasa, Simak Tips Mencegahnya dari Ahli Gigi

Hindari Makanan Berlebihan

Tips berikutnya adalah menghindari makanan yang bersifat berlebihan, seperti terlalu asam, pedas, manis, asin, maupun dalam porsi besar sekaligus.

Menurutnya, tubuh sebenarnya mampu beradaptasi dengan perubahan pola makan saat puasa.

Tampak suasana fasilitas kesehatan atau tempat pasien di RS BHC Sumenep, Madura yang sudah siap dan menerima pasien BPJS Kesehatan, Kamis (15/1/2026).
Tampak suasana fasilitas kesehatan atau tempat pasien di RS BHC Sumenep, Madura yang sudah siap dan menerima pasien BPJS Kesehatan, Kamis (15/1/2026). (TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana)

Namun, adaptasi tersebut tetap harus didukung dengan asupan yang tepat dan terkontrol.

Apabila keluhan tetap muncul meski sudah menjaga pola makan dan minum obat, dr Andi menyarankan agar puasa ditunda terlebih dahulu.

Baca juga: Tips Menjaga Pola Tidur Sehat Selama Ramadan agar Ibadah Tetap Optimal

Jaga Kondisi Mental

Selain faktor fisik, aspek psikologis juga berpengaruh terhadap produksi asam lambung.

Stres dan tekanan berlebih dapat memicu peningkatan asam lambung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved