Berita Pamekasan

Kajian Muslimah Islam Lovers Community di IAIN Madura Dibubarkan, Begini Tanggapan Rektor Kampus

Pembubaran kajian muslimah ILC tersebut diduga dilakukan oleh Resimen Mahasiswa IAIN Madura atas perintah Rektor Mohammad Kosim.

Kajian Muslimah Islam Lovers Community di IAIN Madura Dibubarkan, Begini Tanggapan Rektor Kampus
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, saat dimintai keterangan di Polres Pamekasan, Jumat (22/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Universitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura di Kabupaten Pamekasan dihebohkan dengan pembubaran kajian muslimah Islam Lovers Community (ILC) yang diduga kuat berafiliasi dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jumat (8/3/2019) 

Pembubaran kajian muslimah ILC tersebut diduga dilakukan oleh Resimen Mahasiswa IAIN Madura atas perintah Rektor Mohammad Kosim.

Menanggapi pembubaran kajian muslimah tersebut, IAIN Madura, Mohammad Kosim mengatakan, sejak dari dua bulan yang lalu, ia meminta Menwa untuk memantau gerak-gerik kajian yang dilakukan oleh ILC.

Vanessa Angel Sakit Maag, Rawat Jalan di RS Bhayangkara Polda Jatim

Mohammad Kosim menyebut, kajian muslimah yang diterapkan ILC itu diduga berafiliasi dengan HTI.

Karena hal itu, Mohammad Kosim mengaku, bertindak tegas dengan melakukan pembubaran yang dilakukan oleh pihak Resimen Mahasiswa.

"Apapun kajiannya kalau berpaham HTI itu perlu kiranya dibubarkan dan diberantas dari lingkungan kampus, karena sudah jelas menentang Pancasila dan merusak keutuhan NKRI," kata Mohammad Kosim kepada TribunMadura.com, Jumat (22/3/2019).

"Waktu itu saya dapat info bahwa kajian itu berafiliasi dengan HTI, maka dari itu saya menyuruh Menwa untuk memantaunya. Dan kebetulan, pada saat dibubarkan itu pematerinya kader HTI. Ia dibubarkan paksa," jelas Mohammad Kosim menambahi.

Bupati Tuban Ajak Komponen Masyarakat Sukseskan dan Jaga Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019

Menurut Mohammad Kosim, saat dibubarkan kajian ILC diikuti sekitar 65 mahasiswa dari berbagai Prodi di IAIN Madura.

Mohammad Kosim mengakui, kajian yang dilakukan oleh ILC tersebut sebetulnya bagus, hanya saja pemateri yang diundang adalah kader HTI.

"Saat koordinatornya bertemu dengan saya itu ternyata bagus kajiannya, hanya saja pematerinya yang kebetulan backgroundnya HTI," ungkapnya.

BBPP Jatim Gelar Bimtek Budidaya Jagung Pengelolaan Hasil Bawang Merah dan Cabai di Pamekasan

Usai kejadian pembubaran tersebut, Mohammad Kosim berharap, untuk menghadirkan pemateri dari kampus IAIN Madura dalam gelaran ILC mendatang.

"Kami sudah sampaikan kepada koordinatornya, kalau misal mau ngundang pemateri, ya usahakan pematerinya dari dosen-dosen IAIN Madura sendiri. Alasannya apa, wong kapasitas dan kepintarannya sama, bahkan melebihi," tuturnya.

Lebih lanjut, Kosim menyatakan, tidak akan berhenti di situ saja dalam memantau komunitas-komunitas yang ada di IAIN Madura yang berkedok Islam namun ideologinya menentang ajaran Islam.

2.410 Lembar Surat Suara Pemilu 2019 di Kota Madiun Rusak, KPU Lapor ke KPU Jatim

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved