Berita Malang

Pelaku Ujaran Kebencian KH Maimoen Zubair Menderita Kelainan Psikis, Dikembalikan ke Keluarga

Pelaku ujaran kebencian terhadap KH Maimoen Zubair mengidap gangguan kepribadian paranoid.

Pelaku Ujaran Kebencian KH Maimoen Zubair Menderita Kelainan Psikis, Dikembalikan ke Keluarga
Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman
KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen ketika dikunjungi Presiden Jokow Widodo (Jokowi) 

Pelaku ujaran kebencian terhadap KH Maimoen Zubair mengidap gangguan kepribadian paranoid

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pelaku ujaran kebencian terhadap KH Maimoen Zubair asal Malang, Fulvian Daffa mengidap gangguan kepribadian paranoid (GKP).

Sebelumnya, Fulvian Daffa dilaporkan oleh Santri Malang Raya karena mengunggah status di akun Facebook pribadinya, Fulvian Daffa Umarela.

Postingan Fulvian Daffa itu dinilai bermuatan kebencian terhadap KH Maimoen Zubair.

Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo Gagal Digelar, Sejumlah Dewan Pilih Boikot Rapat

KPU Jatim Tetapkan 120 Anggota DPRD Jawa Timur Terpilih, PDIP Ditetapkan Jadi Peraih Kursi Terbanyak

"Ada data media yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan menderita gangguan kepribadian paranoid dari RS Saiful Anwar," terang Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi, Senin (12/8/2019).

AKP Komang Yogi menambahkan, berdasarkan rekam medis, pemeriksaan terakhir atas kondisi psikis Fulvian terakhir dilakukan pada Januari 2019.

Hal inilah yang juga menjadi alasan Polres Malang Kota melepaskan Fulvian dan mengembalikannya kepada keluarga.

"Selain itu, pertimbangannya juga karena warga NU telah memaafkan dan mencabut laporan," ujarnya.

Fulvian Daffa resmi dilepas oleh polisi setelah mediasi bersama warga NU, Sabtu (10/8/2019).

Gandeng PT Mega Surya Eratama, Pemprov Jatim Siap Konversi Sampah Plastik Jadi Energi Listrik

Fulvian mengakui perbuatanya tersebut salah dan bersedia meminta maaf kepada keluarga besar KH Maimoen Zubair di Rembang, Jawa Tengah.

"Dia juga berjanji bersedia menjadi santri di Pondok Pesantren yang dikelola oleh orang NU," tutupnya.

Sebelumnya, unggahan status Facebook Fulvian ramai dibicarakan netizen lantaran diduga bermuatan ujaran kebencian.

Saat itu, pria asal Donomulyo, Kabupaten Malang ini mengaku, tidak ada gunanya bersimpati atas wafatnya KH Maimoen Zubair.

Ia bahkan mencatut nama dua organisasi muslim terbesar Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah.

Andalkan Jabatan, Staf Kecamatan Menipu Korbannya Berkedok Lolos PNS, Uang Rp 70 Juta Melayang

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved