Berita Sampang

Jatah Penerima Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Alami Penurunan, BPN Sampang Beri Alasan

Jatah penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Sampang mengalami penurunan drastis.

Jatah Penerima Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Alami Penurunan, BPN Sampang Beri Alasan
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor BPN Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jumat (7/2/2020). 

Jatah penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Sampang mengalami penurunan drastis

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Jatah penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Sampang pada tahun 2020 mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya.

Kasubag Tata Usaha BPN Sampang, Moh Wahid menjelaskan, Badan Pertanahan Nasional (BPB) Sampang tahun ini menargetkan pengukuran 30.000 dan penerbitan 25.000 sertifikat.

Sedangkan pada tahun 2019, kuota PTSL yang diberikan oleh pemerintah pusat pengukurannya mencapai 37.000 bidang dan penerbitan 32.250 sertifikat.

Ramalan Zodiak Jumat 7 Februari 2020 : Taurus Isyarat Berubah Cepat, Libra Saatnya Ambil Keputusan

Datang ke Hutan Kota, Siswi SMA Lakukan Hal Tak Terduga di Musala, Sampai Didatangi Polisi

Buron 3 Tahun setelah Bawa Kabur Uang Perusahaan, Sopir asal Sampang Ditangkap Polisi di Dalam Bus

Ia menjelaskan, PTSN tahun ini hanya tersebar di lima Desa di antaranya Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang.

Kemudian, ada Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, Desa Sejati Kecamatan Camplong, dan Pulau mandangin Kecamatan Sampang.

"Untuk Tahun lalu PTSL tersebar di 12 desa di tujuh kecamatan se Kabupaten Sampang," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (7/2/2020).

Moh Wahid menyampaikan dari lima Desa yang menerima PTSL, dua Desa yang diprioritaskan terlebih dahulu diantaranya, Desa Blu'uran dan Karanggayam.

"Namun untuk saat ini dari hasil lahan yang sudah diukur masih sekitar 40 persen, sedangkan sisanya akan diukur secara bertahap," ucapnya.

Lebih lanjut, terkait kondisi kuota PTSN yang mengalami penurunan pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Sebab, untuk menentukan kuota atau jatah penerima PTSL sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Kemudian ia menilai bahwa pemahaman masyarakat Sampang untuk mengurus sertifikat tanah masih rendah.

Di samping itu, warga Kabupaten Sampang juga banyak yang merantau dan kondisi tersebut membuat tim BPN Sampang kesulitan untuk mendata tanah masyarakat.

"Namun kami tetap mengukur kalau pemilik tanah sudah pulang dan tapi tidak masuk dalam PTSL," pungkasnya.

Pelaku Pencabulan di Sampang Kabur hingga ke Kalimantan, Ungkap Pengakuan Mengejutkan Pelariannya

Bertemu Kepala Disdik Jatim, Kacab Disdik Sampang Wadul soal Jumlah Pengawas Pendidikan SMA/SMK

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved