Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Minta Guru PAUD Kenalkan Anak tentang Local Wisdom, Ingin Lestarikan Budaya Lokal

Local wisdom dinilai dapat membuat tradisi dan wawasan kebudayaan lokal tetap terjaga dengan pengajaran anak sejak dini.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat disalami anak PAUD di Aula Mandhepa Agung Pamekasan, Selasa (11/2/2020). 

Local wisdom dinilai dapat membuat tradisi dan wawasan kebudayaan lokal tetap terjaga dengan pengajaran anak sejak dini

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam meminta kepada seluruh guru PAUD di Kabupaten Pamekasan untuk mengajarkan wawasan local wisdom.

Baddrut Tamam menilai, proses belajar dan bermain di PAUD perlu implementasi local wisdom yang sesuai dengan kebudayaan daerah setempat.

Menurut Baddrut Tamam, local wisdom mengandung nilai-nilai kebudayaan yang perlu dilestarikan dan dikenalkan pada anak sejak dini.

Peserta yang Lulus Passing Grade Tes SKD CPNS 2019 Belum Tentu Bisa Ikut Tes SKB, Begini Hitungannya

Napi Kasus Narkoba Lapas Klas IIA Pamekasan Dapat Sistem Pembinaan Khusus Agar Tak Ulangi Kesalahan

Rumah Warga Pamekasan Digerebek Reskrim Polres Sampang, 10 Motor Berbagai Merek Disita Polisi

"Pendidikan local wisdom adalah pengajaran yang berbasis kearifan lokal," kata Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com, Selasa (11/2/2020).

"Dan sesuai dengan nilai-nilai norma, adat, budaya, serta tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat sekitar dan diakui kebenarannya," sambung dia.

Selain itu, politisi Partai PKB itu juga mengutarakan, bila anak usia dini diajarkan tentang wawasan local wisdom, maka nilai-nilai dan perwujudan dari tradisi budaya setempat dapat dilestarikan dari generasi ke generasi.

Sehingga, menurut Baddrut Tamam, tradisi dan wawasan kebudayaan lokal tetap terjaga dan tidak dilupakan begitu saja oleh masyarakat hingga ke generasi selanjutnya.

"Kalau kemudian generasi masa depan pondasi kulturnya hilang, dia akan tercerabut dari akar sejarahnya dan menjadi tidak bangga dangan tumpah darahnya," ujarnya.

"Dengan lunturnya wawasan lokal itu, bisa saja mereka akan meninggalkan dan tidak membangun apapun untuk daerah di mana dia lahir, di mana dia besar dan di mana dia mengenyam pendidikan," sambung dia.

Peserta CPNS 2019 di Pamekasan Diimbau Tak Mudah Percaya Janji Oknum yang Bisa Loloskan Tes SKD

Tiga SMK di Sampang Madura Berpotensi Membentuk BLUD, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Beri Dukungan

"Karenanya saya memohon, ajari anak-anak kita local wisdom atau nilai kultur yang kita miliki,” pintanya.

Baddrut Tamam melanjutkan, generasi muda yang tidak diajari tentang bagaimana memahami nilai-nilai etika, maka anak-anak akan sulit untuk belajar etika dan lainnya.

Karena menurut Baddrut Tamam, pondasi keilmuan, pondasi kultur, pondasi kebudayaan, adalah saat yang tepat jika diajarkan mulai saat di PAUD.

“Dengan mengajarkan nilai etika akan melahirkan generasi yang sadar akan akar budayanya," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved