Berita Pamekasan

Warga Pamekasan yang Jadi TKI di Luar Negeri, Namanya Dicoret dari Sensus BPS Pamekasan, Kenapa?

Sensus penduduk dilakukan dengan dua metode, yakni sensus penduduk online dan sensus penduduk wawancara.

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi TKI. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Kali ini sensus untuk mengetahui jumlah penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) berbeda dengan sensus sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, sensus penduduk dilakukan dengan dua metode, yakni sensus penduduk online dan sensus penduduk wawancara.

Sementara untuk sensus penduduk online sudah dilakukan, BPS Pamekasan sejak hari Sabtu (15/2/2020) lalu yang akan berakhir pada, Senin (30/3/2020) mendatang.

Sedangkan, untuk sensus penduduk wawancara, akan dilakukan pada 1 Juli 2020 hingga 31 Juli 2020 mendatang.

Kepala BPS Pamekasan, Dicky Harryadi, yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial BPS Pamekasan, Erfan Iswantoro mengatakan, sensus online yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini dilakukan bagi warga yang sibuk atau tidak mau ribet didatangi petugas sensus ke rumahnya, sehingga masyarakat mengisi data sendiri melalui website.

Pura-Pura Beli Susu, Pria Misterius Rampok Toko Perlengkapan Bayi, Persenjatai Diri dengan Senpi

Cara Jitu Dinkes Sumenep Atasi Penyebaran Hoax Virus Corona, Buka Posko Konsultasi untuk Masyarakat

Stok Masker Kosong di Beberapa Apotek Pamekasan, Pasokan Mulai Tak Lancar Sejak Dua Bulan

Perangi Hoax, Jurnalis Center Pamekasan Gandeng PWI Gelar Safari Jurnalistik dan Kepenulisan

Cegah Virus Corona, Penumpang Internasional yang Tiba di Bandara Juanda Wajib Isi Health Alert Card

Keluhan Pedagang Pasar Baru Tuban Pasca Kiosnya Terbakar, Sedih dan Bingung Mencari Tempat Berjualan

“Untuk memberikan informasi ke masyarakat di Pamekasan, adanya sensus online ini, kami melakukan sosialisi baik di lingkungan satuan perangkat daerah, rapat koordinasi kecamatan, kepala desa agar disampaikan ke warganya mengenai sensus online,” ujar Erfan Iswantoro.

Menurut Erfan Iswantoro, karena tidak semua warga mengisi data sensus sendiri lewat online, maka dilakukan sensus wawancara.

Petugas akan datang ke rumah warga untuk mencatat datanya.

Pertanyaannya sama dengan sensus online. Yakni, nama, alamat, agama, pendidikan terakhir, pekerjaan, termasuk kondisi rumah. Seperti dinding rumah dan lantai rumah.

Dalam sensus wawancara ini, petugas tidak akan mendata lagi warga yang sudah mengisi data sensus lewat online.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved