Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

Hasil Rapid Test di Jatim: 28 Orang Positif Corona, 6 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Sebanyak 28 orang yang mengikuti tes cepat massal Covid-19 di Jawa Timur dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan update data sebaran covid-19, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sebanyak 28 orang yang mengikuti tes cepat massal Covid-19 di Jawa Timur dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Mereka terdiri dari 6 petugas kesehatan, 18 orang pasien dalam pengawasan (PDP), sebanyak 3 orang dalam pemantauan (ODP), dan 1 orang tanpa gejala (OTG).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta mereka yang hasil tesnya terdeteksi positif segera ditindaklanjuti dengan pemberian rujukan untuk tes swab PCR ( Polymerase Chain Reaction ) pendeteksi virus corona SARS-CoV-2.

“Rapid test ini fungsinya adalah untuk screening awal. Ini penting juga untuk tracing berikutnya untuk mencegah penyebaran virus corona di Jawa Timur,” tegasnya.

Water Cannon dan Mobil PMK Dikerahkan untuk Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal di Pamekasan

Apa yang Harus Dilakukan Jika Diri Sendiri atau Orang Terdekat Positif Terjangkit Virus Corona?

Rekonstruksi Pembunuhan Janda Kaya Tulungagung, Bekap Korban dengan Bantal dan Digulung Kasur Lipat

Bagi orang yang sudah dinyatakan positif saat rapid test diharapkan orang tersebut diberi rujukan untuk melakukan tes swab PCR ( Polymerase Chain Reaction ) . 

Jika yang dideteksi positif adalah statusnya PDP, Khofifah Indar Parawansa menjamin bahwa biaya untuk swab PCR pada PDP tersebut akan gratis dan tidak dipungut biaya.

“Untuk PDP, kalau positif hasil swab nya maka yang menanggung biayanya pemerintah pusat. Kalau negatif yang menangguh kami di Pemprov Jawa Timur,” tegas Khofifah Indar Parawansa.

Dari data yang ada, sebanyak 6 tenaga kesehatan yang terdeteksi positif saat dilakukan rapid test adalah 2 orang dari Mojokerto, 1 dari Bondowoso, 2 dari Kota Batu dan 1 dari Banyuwangi.

Sedangkan 18 PDP yang terdeteksi positif saat rapid test ada 6 di Sidoarjo, 7 di Surabaya, 2 Bojonegoro, 1 Jombang, 2 Mojokerto. 

Antisipasi Corona, Mulai Hari ini Kantor Pelayanan SIM Satlantas Polres Sampang Ditutup Sementara

Surabaya Akan Terapkan Karantina Wilayah, Pemkot Susun SOP hingga Racik Penerapan Teknis di Lapangan

3,88 Juta Tenaga Kerja Terdampak Covid-19, Pemprov Jatim Baru Siapkan Rp 264 Miliar

Selain itu untuk 3 hasil tes pada ODP yang terindikasi paoitif berasal dari Jombang, Blitar dan Surabaya. Yang untuk 1 OTG yang juga hasilnya positif ada di Kabupaten Gresik.

OTG ini merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggantikan Orang Dalam Risiko ( ODR ) dan mereka tidak memiliki gelaja.

Mereka inilah yang disebut terindikasi sebagai carrier virus corona.

“Update dari alat rapid test massal yang sudah kami bagi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Dinkes Provinsi dan RS Rujukan di Jatim, yang sudah digunakan ada sebanyak 1.316,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan, bahwa rapid test bukan gold standart untuk mendeteksi Covid-19 tapi cukup untuk screening awal. 

“Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita Covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR,” tegas Joni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved