Virus Corona di Sampang

Bupati Sampang Geram Temukan Satu TKW Tidak Terdata di Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang

Bupati Sampang Slamet Junaidi geram saat berkunjung ke Posko Covid-19 di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, (7/4/2020) malam.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Bupati Sampang Slamet Junaidi beserta jajaran Forkopimda saat berkunjung di Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang Sampang, Madura, (7/4/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Bupati Sampang Slamet Junaidi geram saat berkunjung ke Posko Covid-19 di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, (7/4/2020) malam.

Pasalnya, saat menanyakan jumlah pendatang asal Kecamatan Karang Penang yang dari luar negeri, Kepala Puskesmas memiliki data tidak valid.

Ketidak valitannya berada pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang datang beberapa hari yang lalu namun, tidak terdata oleh Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang.

DPRD Pamekasan Serahkan Bantuan APD Baju Hazmat untuk Tenaga Medis di RSUD Dr H Slamet Martodirdjo

PT KAI Daop 8 Surabaya Wajibkan Penumpangnya Menggunakan Masker

Hari Ini Pengumuman SNMPTN 2020, Universitas Brawijaya Akan Terima 4300 Mahasiswa Baru

Bupati Sampang Slamet Junaidi beserta jajaran Forkopimda saat berkunjung di Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang Sampang, Madura, (7/4/2020) malam.
Bupati Sampang Slamet Junaidi beserta jajaran Forkopimda saat berkunjung di Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang Sampang, Madura, (7/4/2020) malam. (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Padahal, Bupati Sampang mengetahui sendiri kedatangan TKI tersebut karena saat tiba di Sampang, pria nomor satu di Sampang itu menyambut sendiri ke Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Jalan Wijaya Kusuma Sampang.

Mengetahui tidak terdata di Puskesmas, Bupati Sampang kemudian menelpon Kepala BPBD dan Kepala Dinkes Sampang untuk memastikan TKW yang dimaksud tersebut telah diturunkan ke Puskesmas atau belum.

"Pak Agus masih ingat ada TKW dari Malaysia yang berasal dari Kecamatan Karang Penang waktu itu dan apakah datanya sudah diturunkan ke bawah, Kok Kepala Puskesmas Karang Penang tidak mengetahuinya," ujarnya saat menelpon Kepala Dinkes.

Di balik sambungan teleponnya, Kepala Dinkes berdalih jika semua data warga yang datang dari zona merah maupun luar negeri di Posko Kabupaten telah diturunkan ke Puskesmas masing-masing agar mendapatkan pengawasan dan pemantauan.

Dampak Pandemi Covid-19, Bazar Takjil Ramadhan di Sampang Ditiadakan

Pemkot Surabaya Terima Sumbangan dari Berbagai Pihak di Tengah Pandemi Corona

Cek Pengumuman SNMPTN 2020 Mulai Jam 13.00 WIB, 12 Link Alternatif Jika Website Resmi Sulit Diakses

Namun yang terjadi sebaliknya, pihak Kepala Puskesmas Karang Penang tidak mengetahui dengan kedatangan satu TKW itu sehingga, membuat Bupati Sampang geram.

"Jangan main-main dengan data, kalau dari Kabupaten dan Kecamatan tidak sinergis maka para perantau lepas dari pengawasan tim medis.

Padahal kita Forkopimda di setiap pagi hingga malam kerja ekstra tapi di bawah belum ada keseriusan," kesalnya.

Slamet Junaidi menambahkan, dalam penyajian data jangan dianggap sepele karena dari itu akan dilakukan langkah untuk monitoring para perantau yang datang dari zona merah.

"Jika hal kecil berupa data saja sudah tidak sinkron bagaimana harus turun ke bawah dan melakukan monitoring, ini bencana dunia jangan seolah-olah tidak mau peduli," ucapnya kepada Camat dan Kepala Puskesmas Karang Penang.

Jadwal Acara TV ANTV Trans TV RCTI SCTV GTV Indosiar Rabu 8 April 2020, Ada Mata Najwa di Trans7

Bukan Lockdown, Kota Malang Bersiap Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemudik dan TKI dari Malaysia Diperiksa Kesehatan

Lebih lanjut, Bupati Sampang memberikan batas waktu hingga sore hari pada Rabu, (08/04/2020) untuk segera melakukan sinkronisasi data dan monitoring ke bawah dengan valid dan untuk segera dilaporkan ke dirinya.

"Ini semata-mata untuk Sampang, Maka dari itu mari kita sama-sama bergerak kasian masyarakat kalau petugasnya masih belum serius, berlebih zona hijau harus kita pertahankan," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved