Virus Corona di Sampang

Sebanyak 42 Warga Binaan Rutan Klas IIB Sampang Dapat Asimilasi di Rumah, Didominasi Kasus Narkotika

Sebanyak 42 orang penghuni Rutan Klas IIB Sampang, Madura mendapatkan mendapatkan program asimilasi di rumah, Rabu (8/4/2020).

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Warga binaan Rutan Klas II B Sampang, Madura yang mendapatkan asimilasi, (4/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sebanyak 42 orang penghuni Rutan Klas IIB Sampang, Madura mendapatkan mendapatkan program asimilasi di rumah, Rabu (8/4/2020).

Program asimilasi di rumah merupakan Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor 10 tahun 2020 dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Sehingga narapidana tersebut dikeluarkan dari rutan untuk meminimalisir adanya overload yang dimungkinkan dapat menimbulkan resiko penyebaran virus corona ( Covid-19 ).

BREAKING NEWS: Pemkot Tarik Petugas dan Bongkar Posko yang Tersebar di 19 Pintu Masuk Kota Surabaya

Cegah Penyebaran Virus Corona, Kades Kombang Minta Perantau yang Pulang ke Sumenep Periksa Kesehatan

Alasan Pemkot Bongkar Posko dan Tarik Petugas yang Tersebar di 19 Pintu Masuk Kota Surabaya

Warga binaan Rutan Klas II B Sampang, Madura yang mendapatkan asimilasi, (4/4/2020).
Warga binaan Rutan Klas II B Sampang, Madura yang mendapatkan asimilasi, (4/4/2020). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Bupati Sampang Geram Temukan Satu TKW Tidak Terdata di Posko Covid-19 Kecamatan Karang Penang

Lockdown di Malaysia, TKI Asal Tuban Pulang Kampung dan Lewati Tahapan Protokol Penanganan Covid-19

Dampak Pandemi Covid-19, Bazar Takjil Ramadhan di Sampang Ditiadakan

Kepala Rutan Klas IIB Sampang Gatot Tri Rahardjo mengatakan, dari puluhan penghuni rutan yang mendapatkan asimilasi saat ini didominasi oleh narapidana kasus narkotika.

"Dari 42 narapidana di antaranya, 22 dari kasus narkoba dan 20 dari kasus kriminal," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Ia menyampaikan, untuk selanjutnya pihaknya akan terus melakukan penjaringan terhadap 300 lebih narapidana yang berhak mendapatkan asimilasi di rumah.

Sebab, kuota yang diperoleh oleh Rutan Klas IIB Sampang sebanyak 61 narapidana.

"Secepatnya kami akan menentukan siapa saja narapidana yang mendapatkan asimilasi," ucap Gatot Tri Rahardjo.

Dijelaskan, terkait syarat narapidana yang mendapatkan asimilasi merupakan warga binaan yang telah menjalani 2/3 masa tahanan.

Serta narapidana yang sudah melunasi denda hukuman dan tidak menjalani subsider, termasuk bagi para narapidana masa hukumannya berakhir pada bulan Desember 2020.

"Dikeluarkannya narapidana juga terkait dengan PP 99 tahun 2012, yang bukan warga negara asing," jelasnya.

Lebih lanjut, narapidana yang sudah mendapatkan asimilasi atau sudah ada di rumahnya masing-masing, setiap bulannya akan melakukan daring bersama Kejaksaan Negeri Sampang atau Lapas Pamekasan.

Hal itu bertujuan melakukan pemantauan agar narapidana tidak keluar rumah, apalagi jalan-jalan ke luar kota.

"Sebelum masa tahanannya berakhir warga binaan Rutan Klas II B Sampang tidak boleh keluar kota," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved