Virus Corona di Jawa Timur

Meski Belum Ada PSBB di Jawa Timur, Polda Jatim Tetap Terapkan Protokol Covid-19 Ketat Bagi Pemudik

Belum ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa Timur untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (20/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan memastikan, belum ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa Timur.

Meski begitu, Irjen Pol Luki Hermawan menyebut, Polda Jatim bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19, tetap akan menerapkan protokol pencegahan virus corona secara masif dan ketat.

Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, tujuan dilakukannya hal itu adalah untuk menghambat penularan virus corona antar individu.

Maksimalkan Protokol Covid-19, Polda Jatim Terapkan Physical Distancing di 307 Pemukiman Jawa Timur

Ribuan Pekerja Migran Mudik ke Jawa Timur, Satu Orang Dilarikan ke RSUD Dr Soetomo dari Malaysia

UPDATE Kasus Virus Corona di Jawa Timur Rabu 8 April 2020, Ada Tambahan Dua Pasien dari Tuban

Kegiatan itu, kata dia, sekaligus memonitoring kepulangan warga yang telanjur mudik dari daerah rantauan ke kampung halamannya di Jawa Timur.

Saat ini, Polda Jatim telah mendirikan 114 posko pantau mudik yang dilengkapi dengan perangkat kesehatan beserta tim medis.

"Juga di pintu-pintu masuk (perbatasan kawasan Jatim)," katanya di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Kamis (9/4/2020).

Luki menegaskan pihaknya tidak mengeluarkan aturan secara tertulis berisi larangan warga Jawa Timur mudik kembali ke kampung halaman.

Namun, ia lebih memilih menyampaikan imbauan yang bersifat menggugah kesadaran masyarakat.

Apabila masih sayang dengan keluarga di kampung halaman, lanjut Luki, seyogyanya warga menahan diri menunda mudik hingga wabah reda dan sirna.

Hal itu agar tak memperbesar potensi penularan virus corona kepada para anggota keluarga yang ada di kampung halaman.

"Tapi kalau yang sudah jalan ke sini, misalkan dari Lamongan ditahan di Gresik untuk disuruh pulang kembali itu kan tidak mungkin," tuturnya.

Luki menerangkan, pihaknya melalui posko tersebut akan menerapkan mekanisme ketat protokol Covid-19.

Mulai dari memeriksa suhu tubuh para pemudik yang tiba di stasiun, bandar udara, terminal ataupun pelabuhan.

Bahkan Luki telah mengintruksikan pada pihak polres dan polresta jajarannya untuk melengkapi fasilitas posko laiknya fasilitas observasi kesehatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved