Virus Corona di Malang

Jumlah Pasien Positif Corona di Kabupaten Malang Minggu 19 April 2020, Dinkes Sebut Ada Penularan

Rumah sakit diperuntukkan bagi pasien positif corona yang sudah menunjukkan gejala dan pasien sakit parah yang memerlukan perawatan.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Ilustrasi petugas medis melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Terjadi tren peningkatan positif corona dalam waktu sepekan terakhir di Kabupaten Malang, Minggu (19/4/2020). Jumlah orang terkonfirmasi positif virus corona di kabupaten yang memiliki 33 kecamatan ini kini berjumlah 17 orang, Minggu (19/4/2020).

Pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Malang kini berjumlah 5 orang, sedangkan 1 orang  meninggal dunia. Melansir data dari akun Instagram @jatimpemprov jumlah pasien dalam pengawasan (PDP)di Kabupaten Malang berjumlah 108 orang sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 262 orang.

Deklarasi Garda Bangsa untuk Hairul Anwar, Targetkan Kemenangan 70 Persen di Pilkada Sumenep 2020

Ini yang Akan Disampaikan Risma Saat Bahas PSBB dengan Khofifah dan Kepala Daerah di Surabaya Raya

Polres Pamekasan Sediakan Makan Gratis untuk Masyarakat di Posko Dapur Umum Selama Pandemi Covid-19

Ilustrasi petugas medis melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
Ilustrasi petugas medis melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan tracing tengah dilakukan pihaknya.

Pihaknya menduga penularan terjadi karena pasien yang bersangkutan punya riwayat perjalanan dari luar daerah.

Agar tak jadi penumpukan pasien di rumah sakit, Arbani menerangkan, pihaknya mengeluarkan kebijakan kepada orang yang terkonfirmasi positif corona, namun tak menunjukkan gejala agar menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut Arbani, rumah sakit diperuntukkan bagi pasien positif corona yang sudah menunjukkan gejala dan pasien sakit parah yang memerlukan perawatan.

"Kalau semua confirm positif semua dilarikan ke rumah sakit, maka tempat tidur yang tersedia bisa tidak muat. Apabila ada pasien yang lebih butuh dan kondisinya sakit parah, maka yang terjadi adalah, pasien yang sakit akan tidak mendapat ruang di rumah sakit," kata Arbani ketika dikonfirmasi, Minggu (19/4/2020).

Arbani mewanti-wanti pasien positif corona tanpa gejala harus benar-benar menjalani isolasi mandiri di rumah, tanpa berinteraksi dengan anggota keluarga. Jika tidak diterapkan, resiko penularan Covid-19 pada anggota keluarga tak bisa dipungkiri.

"Orang tanpa gejala harus karantina di rumah dan karantina mandiri tidak (interaksi) dengan keluarga. Peratalan makan dan sebagainya harus disendirikan agar tidak campur dengan keluarganya," tutur Arbani.

Arbani menyadari isolasi mandiri di rumah bagi pasien tanpa gejala memang memicu penularan Covid-19 pada anggota keluarga.

BREAKING NEWS: Bahas PSBB, Wali Kota Risma & Bupati Cak Nur Bakal Hadiri Panggilan Gubernur Khofifah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Bakal Hadiri Panggilan Gubernur Khofifah untuk Bahas PSBB

Rumah Rakyat Pamekasan Beri APD Baju Hazmat untuk Tenaga Medis yang Lakukan Penyelidikan Epidemologi

"Harus tinggal sendiri tanpa interaksi langsung dengan anggota keluarga. Ada kasus di Bululawang istrinya tertular dari suaminya," beber Arbani.

Sejauh ini, solusi yang diberikan Pemkab Malang adalah melalui penyediaan ruang karantina bagi pasien tanpa gejalan.

Tempat yang disediakan adalah di Rusunawa ASN Kepanjen dan Stadion Kanjuruhan.

Baru ada dua orang yang menjalani isolasi mandiri di Rusunawa ASN hingga kini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved