Virus Corona di Jawa Timur

Alat Tes PCR Covid-19 Drive Thru di Jatim akan Tiba Pekan Ini, Mampu Uji 1.500 Sampel Dalam Sehari

Pemprov Jatim akan mendatangkan peralatan diagnosis Covid-19 dengan metode swab atau polymerase chain reaction (PCR) secara drive thru pekan ini.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim akan mendatangkan peralatan diagnosis Covid-19 dengan metode swab atau polymerase chain reaction (PCR) secara drive thru pekan ini. 

Di pihak lain, Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan, bahwa rencananya alat tes Covid-19 drive thru dengan metode polymerase chain reaction (PCR) akan tiba di Jawa Timur hari Kamis pekan ini. 

Alat uji berbasis self analyzer polymerase chain reaction (PCR) ini akan menjadi metode baru rapid test Covid-19 di Jawa Timur dan akan memperluas jangkauan pendeteksi virus corona di masyarakat. 

Pekan Ini Tes Swab PCR Corona di Jatim Bisa Drive Thru, Gubernur Khofifah Berharap Jangkau OTG

Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Sosial Rp 549 Miliar untuk Keluarga Terdampak Virus Corona

Berusaha Kabur saat akan Ditangkap, Dua Spesialis Curanmor di Bangkalan Madura Ditembak

“Itu yang akan datang memang alat PCR yang bisa dipakai tes Drive thru, jadi dia pakai self analyzer,” kata Joni Wahyuhadi, Selasa (28/4/2020). 

Bedanya dengan polymerase chain reaction (PCR) yang biasa digunakan di laboratorium, alat ini tesnya bersistem close sehingga bisa dikerjakan di ruang terbuka dan bisa dibawa secara berpindah pindah. 

Sedangkan yang ada di laboratorium saat ini di Jawa Timur adalat alat polymerase chain reaction (PCR) yang sistemnya open atau terbuka.

Harus ada ekstraksi dan harus dikerjakan di ruang tertutup, jika tidak maka bisa menularkan pada yang menguji, sehingga tidak bisa digunakan untuk sistem tes drive thru. 

“Nah yang datang kamis nanti ini yang close. Jadi kalau yang close ketika sampel hasil swab dimasukkan ke alat, yang keluar adalah langsung hasil bacaannya. Jadi alatnya bisa dibawa ke lapangan, ketika mau ada cek di lokasi mana begitu,” kata Joni Wahyuhadi.

Alat tersebut masih dikategorikan rapid test karena kesepatan bacanya yang terbilang cepat. Yaitu hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit saja, hasil bacaan dari tes sudah bisa didapatkan. 

“Kalau kapasinya, alat ini lumayan besar. Sehari bisa melakukan tes sampai 1.500 sampel swab.

Di alat itu ada auto readernya,” tandas pria yang juga Dirut RSUD dr Soetomo ini. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sampang Realokasi Dana Hibah untuk Penanganan Corona

Bani Group, PSC dan Jurnalis Center Pamekasan Salurkan 50 Kg Kurma untuk Masjid Agung Asy-Syuhada

Jam Malam Tidak Akan Diberlakukan saat PSBB Surabaya, Pemkot: Ada Pembatasan Aktivitas Malam

Alat tersebut dikatakan Joni bukan hasil pengadaan APBD Pemprov Jawa Timur.

Melainkan adalah bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tak lain adalah gugus tugas pusat. 

Berdasarkan informasi akan ada dua unit alat yang akan diperbantukan ke Jawa Timur.

Yang harapannya akan bisa mempercepat deteksi dan mepercepat penanganan pada masyarakat yang terpapr virus corona. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved