Virus Corona di Jawa Timur

Pekan Ini Tes Swab PCR Corona di Jatim Bisa Drive Thru, Gubernur Khofifah Berharap Jangkau OTG

Khofifah mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk menggelar tes swab polymerase chain reaction untuk mengidentifikasi corona secara drive thru.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
PEMBERLAKUAN PSBB - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini; Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin; dan Plh Sekretaris Daerah Kabupatan Gresik, Nadlif saat penyampaian hasil rapat di Gedung Negara Grahadi, Minggu (19/4/2020). Hasil dari rapat itu memutuskan akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik untuk meredam penyebaran Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk menggelar tes swab polymerase chain reaction (PCR) untuk mengidentifikasi virus corona ( Covid-19 ) secara drive-thru.

Ia memperkirakan hal itu akan segera terlaksana dalam pekan ini.

Sistem drive thru swab polymerase chain reaction (PCR) ini diusahakan Khofifah Indar Parawansa untuk menangani Orang Tanpa Gejala (OTG) yang semakin meningkat di Jawa Timur.

Banyak pasien yang diketahui terjangkit Covid-19 tanpa memiliki gejala klinis. 

“OTG ini bahaya sekali. Posisinya dia bisa saja menularkan. Maka kita saat ini membutuhkan banyak labolatorium kalau butuh polymerase chain reaction (PCR), akan lebih luas jangkauannya. Tingkat presisi polymerase chain reaction (PCR) yang jauh lebih valid,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (27/4/2020).

3 Indikator Keberhasilan PSBB Surabaya, dari Turunkan Kasus Covid-19 hingga Jaga Stabilitas Ekonomi

Jawa Timur Jadi Provinsi Pertama Realisasikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Dampak Covid-19

Sampang Satu-satunya Daerah di Jatim Berstatus Zona Hijau, PWI Bagikan Masker di Wilayah Perbatasan

Oleh sebab itu, Pemprov Jawa Timur tengah mengupayakan untuk memperbanyak tes Covid-19.

Tak hanya menggunakan rapid test yang memiliki keakuratan yang rendah dan bersifat screening, melainkan dengan alat tes uji yang lebih presisi. 

“Pekan depan kita akan membuat drive thru polymerase chain reaction (PCR). Insya Allah Minggu ini alatnya datang. Sehingga kita bisa melakukan penjangkaun lebih luas,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Penjangkauan yang lebih luas ini akan mirip dengan rapid test dimana tes nya tidak hanya datang ke laboratorium melainkan juga menjangkau ke tempat orang yang ingin dites. 

“Sehingga di titik mana ada yang dikhawatirkan positif, kita bisa lakukan polymerase chain reaction (PCR). Kita akan langsung ikhtiarkan,” kata Khofifah Indar Parawansa

Saat ini di Jawa Timur juga sudah ada peningkatakan laboratorium.

Saat ini total ada sebanyak ada enam laboratorium di Jawa Timur yang bisa melakukan tes swab dengan polymerase chain reaction (PCR)

Dengan enam laboratorium ini kapasitas laboratorium Jawa Timur menjadi 1.102 tes per hari. Dengan begitu akan ada percepatan deteksi dan percepatan penanganan.

Tersandung Kasus Ambruknya SDN Samaran II Tambelangan, Remisi Mantan Kadisdik Sampang Ditolak Kejari

589 Pengemudi Angkutan Umum di Pamekasan Ikut Program Peduli Keselamatan, Ada Bantuan Rp 600 Ribu

Pemuda Bangkalan Madura Tega Bunuh Tetangga yang Selingkuhi Ibunya, Ngaku Sakit Hati, Nasibnya Kini?

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved