Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Larangan Mudik Lebaran, Gubernur Jatim Jamin Warga Pulang Kampung Diproteksi, Rapid Test & Observasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa larangan dan imbauan untuk tidak mudik tetap diberlakukan.

KOMPAS.com/ALDO FENALOSA
Ilustrasi mudik lebaran. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa larangan dan imbauan untuk tidak mudik tetap diberlakukan.

Khofifah Indar Parawansa menyatakan, SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, bukanlah regulasi untuk membolehkan mudik.

Tetapi, memberikan kelonggaran masyarakat dengan kepentingan tertentu yang dibatasi ketat untuk bisa melakukan mobilitas.

Seperti untuk urusan kesehatan, perdagangan, ekonomi dan logistik.

Meski begitu, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menegaskan bahwa warga Jawa Timur yang ber-KTP Jatim tetap dibolehkan masuk ke kabupaten/kota asalnya ketika mereka sudah masuk di wilayah Jawa Timur.

300 Warga Trenggalek Deteksi Covid-19 Lewat Rapid Test, Disusul Pekerja Industri Sebelum Lebaran

Rapat Koordinasi Bahas Rencana PSBB Malang Raya di Grahadi, Ada Sutiaji, Sanusi dan Wali Kota Batu

BPNT Mulai Disalurkan ke Warga Pamekasan, Kapolsek Pakong Turun Langsung Pantau Penyaluran Bantuan

Bahkan ia memberikan jaminan bahwa mereka akan mendapatkan proteksi dari pemerintah namun dengan tetap menerapkan kewaspadaan yang berlapis.

"Betul dilarang mudik. Tapi kalau sudah mereka sudah di perbatasan Jatim dan kalau dia KTP Jatim maka kita harus berikan proteksi," tegas Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/5/2020).

Khofifah Indar Parawansa mencontohkan, dini hari ini ada rombongan warga Jawa Timur dari Provinsi Bali yang sampai ke Banyuwangi dan akan pulang kampung ke kawasan Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

Mereka adalah warga Jawa Timur yang sebelumnya bekerja di Bali dan tidak memiliki pekerjaan lagi akibat pandemi Covid-19.

Atas koordinasi peguyuban pekerja di sana dan juga dengan Pemprov Bali, maka Pemprov setempat mengambil kebijakan agar lebih baik mereka pulang ke kampung halaman.

Atas alasan tersebut, Khofifah Indar Parawansa memberikan fasilitas penuh. Mulai transportasi hingga pengawalan keamanan hingga sampai ke kampung halamannya.

"Pengamanan berlapis tetap kami lakukan. Kemarin saya diberi kabar bahwa ada warga kita sampai di pelabuhan Ketapang dan sudah masuk Banyuwangi, maka kami harus memberikan proteksi warga kami yang mau pulang ke tanah kelahirannya. Kami sediakan busnya, dan diberikan penanda, dan semuanya dilakukan rapid test," urai Khofifah Indar Parawansa.

Menolak Diisolasi di Rumah Sakit, Pasien Reaktif Covid-19 dan Petugas Medis Berdebat Panjang Lebar

BREAKING NEWS: Rencana PSBB Malang Raya akan Ditentukan Siang ini di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Bahas PSBB Malang Raya, Khofifah Panggil 3 Kepala Daerah, Sutiaji: Kami Putus Mata Rantai Covid-19

Rombongan tersebut menjalain rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Pengawalan hingga sampai ke tempat tujuan juga diberikan pada rombongan ini agar mereka tetap mendapatkan sistem pengamanan berlapis. Termasuk dilakukan observasi setelah tiba di kampung yang dituju.

"Bagi mereka warga Jatim, kami akan berikan pendekatan humanis persuasif tapi tetap harus efektif. Agar bagi yang mau pulang ke tanah kelahirannya, begitu sudah di Jatim maka mereka tetap harus diproteksi. Saya sendiri melakukan cek mereka sudah sampai mana, dan agar mereka juga mendapatkan observasi di kampung setempat," pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono juga menyebutkan bahwa rombongan tersebut adalah warga Jatim yang kehilangan pekerjaan dan sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi di Bali. Yang kemudian setelah berkoordinasi dengan pemerintah setempat lebih baik jika mereka dipulangkan ke kampung halaman.

"Jadi memang lebih baik bagi mereka untuk pulang ke kampung masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di Bali di rapid test dan di sini juga dilakukan hal serupa. Dan tentunya ada observasi agar dipastikan mereka dalam kondisi yang aman dan sehat," kata Nyono.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved