Breaking News:

PSBB di Malang Raya

Wali Kota Sutiaji Sebut PDP Covid-19 Naik, 3 Kepala Daerah Malang Raya Diminta Lengkapi Berkas PSBB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akhirnya menyetujui pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Malang Raya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang Sanusi, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko setuju untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Setelah melaksanakan PSBB di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, giliran PSBB di Malang Raya segera diberlakukan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akhirnya menyetujui pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Malang Raya.

Hal ini setelah tiga kepala daerah Malang Raya bersama dengan Forkopimda menghadiri pertemuan bersama Gubernur Jawa Timur, Khfifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Sabtu (9/5).

Dalam rilis yang diterima TribunMadura.com dari Humas Pemkot Malang, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa hasil skoring di Malang Raya telah sesuai untuk diterapkannya pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

Bupati Malang Sanusi Usulkan PSBB di Kecamatan Berstatus Zona Merah Covid-19 & Siapkan Rp 312 Miliar

Sepakat PSBB Malang Raya, Gubernur Khofifah akan Kirim Pengajuan ke Kemenkes Besok Pagi

Apakah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bakal Diperpanjang? Begini Jawaban Pemkot Surabaya

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masing-masing kepala daerah agar segera melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.

"Ini tinggal menunggu berkas dari Kabupaten Malang. Selama berkas lengkap, maka hari ini juga pengajuan kita naikkan ke Kemenkes dan atau besok minggu, sehingga diharapkan senin (11/4/2020) sudah ada jawaban dari Kemenkes," ucap Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Survailance Covid-19, Dr. Windhu Purnomo menyampaikan bahwa Malang Raya merupakan sebuah wilayah satu kesatuan.

Di mana dalam menentukan hasil skoring tidak bisa dihitung sendiri-sendiri per wilayah.

"Perlu saya sampaikan bahwa skoring tidak per daerah, Kota Malang sendiri, Kota Batu sendiri atau pun kabupaten Malang sendiri. Namun skoring satu kesatuan Malang Raya. Karenanya tim advokasi menghitung kasus untuk Malang Raya," ucapnya.

Hal yang sama juga dilihat dari segi kasus konfirm positif untuk Malang Raya.

Rapat Koordinasi Bahas Rencana PSBB Malang Raya di Grahadi, Ada Sutiaji, Sanusi dan Wali Kota Batu

BREAKING NEWS: Rencana PSBB Malang Raya akan Ditentukan Siang ini di Gedung Negara Grahadi Surabaya

VIRAL Video PDP Ngamuk, Dobrak Pintu dan Berteriak di Ruang Isolasi Rumah Sakit, Begini Faktanya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved