Breaking News:

Berita Gresik

Napi Asimilasi di Gresik Ini Kembali Berulah, Dicokok Polisi Menjelang Buka Puasa

Napi asimilasi asal Kabupaten Gresik itu kembali masuk ke penjara setelah mencuri sepeda motor.

antonaslant.com
ilustrasi - Napi Asimilasi di Gresik Ini Kembali Berulah, Dicokok Polisi Menjelang Buka Puasa 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Jajaran anggota Satreskrim Polres Gresik menangkap seorang pemuda bernama Rio (25).

Warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, itu ditangkap setelah mencuri sepeda motor milik korbannya.

Tak hanya Rio, Satreskrim Polres Gresik juga menangkap Supii (48) yang menjadi penadah barang hasil kejahatannya.

Pasien Virus Corona Ini Butuh Waktu 16 Hari untuk Sembuh, Kini Sudah Tinggalkan Tempat Karantina

Jual Sabu di Warung Kopi, Pria asal Surabaya Dijatuhi Hukuman 6 Tahun dan Denda 1 Miliar

Aksi Brutal Suami Tusuk Istri hingga Tewas Karena Masalah Sepele, Buat Sandiwara ke Rumah Sakit

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Panji mengatakan, Rio, yang baru saja keluar dari penjara karena asimilasi itu, ditangkap di warung makan menjelang buka puasa.

"Tersangka modusnya mengelabuhi korban dengan cara menghentikan korban yang merupakan pengendara motor yang melintas di jalan raya Sembayat," kata Selasa (12/5/2020), Selasa (12/5/2020).

"Kemudian tersangka berpura-pura minta tolong untuk diantar ke tempat tujuan," sambung dia.

"Baru, saat kondisi jalan sepi pelaku melakukan niatnya untuk merampas motor dan handphone korban," tambah dia.

"Korbannya ditinggal di pinggir jalan," lanjutnya.

Polres Sumenep Salurkan 10 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19, Amanah Kapolri Idham Azis

Ditambahkan Panji dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku telah menjual motor rampasannya Honda Vario W 4786 KQ kepada penadah Supii.

Sejumlah barang bukti yang diamankan satu Hp Vivo Y91C dan satu sepeda motor Honda Vario 125 nopol W 4786 KQ.

"Kedua tersangka dijerat hukuman berbeda, pelaku penipuan dan pemerasan terjerat pasal 378 atau 368 KUHP diancam pidana maksimal empat tahun penjara," ucap dia.

"Dan penadah terjerat pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara," tutur Panji.

Tersangka mengaku nekat beraksi karena terhimpit ekonomi.

"Keluarnya tahun 2020 pembebasan bersyarat. Pelaku merupakan residivis dengan kasus penggelapan," tutup Panji. (wil)

Kasus Virus Corona di Kota Batu Jadi Enam Orang, Pasien Terakhir Punya Riwayat ke Pasar Karangploso

Penulis: Willy Abraham
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved