Virus Corona di Sampang

Imbas Covid-19, Rencana Pembangunan Terminal di Wilayah Pantura Sampang Batal

Pembangunan terminal di wilayah Pantura Kabupaten Sampang harus dibatalkan hingga batas waktu yang tidak dapat di tentukan.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi terminal di wilayah Pantura Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Virus corona atau Covid-19 sebarannya terus meluas, termasuk di Indonesia.

Penyebaran virus yang masif ini memperlambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Seperti pembangunan Terminal di wilayah Pantura Kabupaten Sampang harus dibatalkan hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang, Heri Budiyanto mengatakan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 anggaran yang seharusnya dialokasikan kepada penggunanya ruang tunggu terminal di Pantura direalokasikan ke penanganan Covid-19.

2.200 Peserta KB di Pamekasan Pakai Kondom dan Alat Kontrasepsi Lain untuk Atur Program Kehamilan

Pemkot Surabaya Gencar Lakukan Rapid Test Massal Pakai Metode Sarang Tawon, 9.773 Orang Diperiksa

Dinilai Lamban Tangani Covid-19, Elemen Mahasiswa Beri Rapor Merah Gubernur Jatim

"Otomatis saat ini dibatalkan dan apakah nantinya dapat dikerjakan pada tahun 2021 kami tidak tahu karena melihat kondisi pandemi Covid-19" ujar Heri Budiyanto kepada TribunMadura.com, Jumat (15/5/2020).

Heri Budiyanto menyampaikan, pembangunan terminal di Pantura ditargetkan tahun 2020 selesai.

Namun, saat pihaknya melakukan pengajuan grand desainnya dengan penyesuaian anggaran yang sewajarnya malah tidak disetujui oleh pemerintah sehingga, dikerjakan sesuai ketersediaan anggaran yang ada.

Menurut Heri Budiyanto, pembangunan di terminal Pantura itu masih banyak fasilitas yang tidak dibangun di antaranya, toilet, ruang tunggu, dan kantor.

Dishub Jatim Usulkan Penerapan PSBB di Jakarta Diperpanjang sampai Hari Raya Idul Fitri Usai

Kerjasama Bantuan Pangan Kabupaten/Kota di Lingkup Bakorwil Bojonegoro Ditandatangani

Aturan Pokok PSBB Malang Raya, Pasar Tradisional Masih Buka hingga Boleh Ibadah di Masjid

"Jadi rencana pembangunan yang pihaknya ajukan tersebut sekitar Rp. 1, 5 Miliar, namun yang di acc hanya Rp. 350 juta untuk pembangunannya," terang Heri Budiyanto.

Heri Budiyanto menambahkan, dengan jumlah anggaran yang akan diperoleh tersebut rencananya hanya digunakan untuk pembangunan ruang tunggu saja.

"Tapi saat ini malah dibatalakan karena dampak pandemi, tapi kedepannya kami akan mengajukannya kembali," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved