Breaking News:

PSBB di Malang

Jelang PSBB Malang Raya, Pembatasan Jarak di Mikrolet hingga Ojek Online Tak Boleh Angkut Penumpang

Jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Malang Raya, Minggu (17/5/2020), Pemerintah Kota Malang mulai mempersiapkan diri.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat memberikan tanda silang di dalam angkutan umum (mikrolet) untuk jaga jarak antar penumpang, jelang diberlakukan PSBB di Malang Raya 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Malang Raya, Minggu (17/5/2020), Pemerintah Kota Malang mulai mempersiapkan diri.

Persiapan itu di antaranya ialah melakukan sosialisasi berkaitan dengan PSBB kepada para penyedia angkutan umum di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, masyarakat yang menggunakan angkutan umum seperti taxi ataupun Nikrolet diharuskan untuk menjaga jarak atau physical distancing.

Jelang Buka Puasa, Dapur Umum Polres Pamekasan Bagikan Ratusan Nasi Kotak dan Masker ke Masyarakat

PWNU Jatim: Salat Idul Fitri Bisa Dilaksanakan dengan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19

Jelang PSBB Malang Raya, Pemprov Jatim Kirim Bantuan Sembako 3 Truk untuk Dapur Umum

Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat memberikan tanda silang di dalam angkutan umum (mikrolet) untuk jaga jarak antar penumpang, jelang diberlakukan PSBB di Malang Raya.
Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat memberikan tanda silang di dalam angkutan umum (mikrolet) untuk jaga jarak antar penumpang, jelang diberlakukan PSBB di Malang Raya. (TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR)

Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Malang sejak beberapa hari belakangan ini mulai memasang tanda jaga jarak tersebut di dalam angkot.

"Jadi yang semula di mikrolet berhimpitan sekarang harus jaga jarak. Karena di PSBB ini goal kita itu physical distancing," ucap Sutiaji, Jumat (15/5).

Dengan diberlakukannya physical distancing di dalam Mikrolet, membuat kapasitas daya angkut penumpang menjadi berkurang sekitar 50 persen.

Hal serupa juga menimpa para pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Malang.

Mereka dilarang untuk mengangkut penumpang selama penerapan PSBB Malang Raya.

Pria Surabaya Nekat Gondol 2 Tabung Gas di Menganti Gresik, Tertangkap di Check Point Covid-19

Karyawati Swasta 36 Tahun di Kota Surabaya Jadi Pasien Positif Covid-19 Keempat Kota Mojokerto

2.200 Peserta KB di Pamekasan Pakai Kondom dan Alat Kontrasepsi Lain untuk Atur Program Kehamilan

Yang diperbolehkan bagi para pengemudi hanya mengangkut barang serta mengantar makanan/minuman (pesan antar).

"Ojol tidak boleh mengangkut penumpang, dan hanya layanan barang," ucap Sutiaji.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved