Breaking News:

Berita Malang

Satu Orang Napi Teroris di Lapas Lowokwaru Malang Dapat Remisi Lebaran, Bakal Bebas Akhir Bulan Mei

Satu orang narapidana kasus terorisme di Lapas Lowokwaru Malang akan bebas setelah mendapatkan remisi lebaran.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Kalapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gde Krisna menyampaikan, bahwa Napi kasus terorisme tersebut akan menjalani bebas bersyarat. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Satu orang narapidana kasus terorisme di Lapas Lowokwaru Malang akan bebas setelah mendapatkan remisi Lebaran.

Seorang narapidana teroris yang namanya tidak disebutkan tersebut akan bebas pada akhir bulan Mei ini.

Kalapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gde Krisna menyampaikan, bahwa narapidana kasus terorisme tersebut akan menjalani bebas bersyarat.

"Akhir bulan ini dia (Napi teroris) bebas. Dia telah berjanji setia dengan NKRI dan berkasnya pun telah lengkap," ucapnya kepada TribunMadura.com, Selasa (26/5/2020).

Polres Pasuruan Belum Bisa Pastikan Penyebab Kebakaran Mobil yang Sebabkan 2 Anak Tewas Terpanggang

Posko Check Point di Jalan Protokol Sidoarjo Dikurangi saat PSBB, Pemerintah Maksimalkan Peran Desa

Hari Pertama PSBB Tahap 3 di Kota Surabaya, Mal Tetap Buka dan Terapkan Protokol Kesehatan

Tak hanya seorang narapidana teroris saja yang bebas, namun ada dua orang lain narapidana yang bebas setelah mendapatkan remisi lebaran di Lapas Lowokwaru Malang.

Pada lebaran tahun ini, total ada 1.043 warga binaan yang telah mendapatkan remisi Lebaran.

Remisi Lebaran tersebut didapatkan oleh warga binaan yang telah memenuhi beberapa syarat dan ketentuan.

Agung menyampaikan, bahwa syarat yang utamanya, warga binaan diharuskan menjalani masa hukumannya selama enam bulan lamanya.

Kemudian, mereka juga harus memiliki kelakuan yang baik dan tidak melakukan pelanggaran ataupun menyalahi aturan.

Selain itu, mereka yang diberikan remisi ini diharapkan bisa memacu rekannya yang lain agar bisa berperilaku baik.

"Total warga binaan kami ada 2.847. Dan hanya 1.043 yang telah mendapatkan remisi. Untuk itu, harapan kami yang belum dapat remisi dapat berperilaku baik, agar nantinya mendapatkan remisi," ucapnya.

Pemakaian Elpiji dan Listrik Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM di Jatim Anjlok

Positif Covid-19, Satu Warga Nganjuk Meninggal Dunia, Belum Diketahui Asal Klaster Penyebaran

Soal Cuaca Panas yang Terjadi Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Lebih jauh lagi dia menyampaikan, bahwa pemberian remisi ini bervariasi.

Mulai dari yang paling kecil, yaitu 15 hari hingga yang paling banyak 2 bulan.

Termasuk tiga orang koruptor di Lapas Lowokwaru Malang yang mendapatkan pemotongan masa tahanan.

"Ada tiga napi koruptor yang dapat remisi. Dari 51 napi koruptor yang ada di sini. Mereka berasal dari tahanan KPK dan Kejaksaan," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved