Virus Corona di Surabaya

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, BIN dan Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Massal di Zona Merah

Tri Rismaharini dan Komjen Polisi Bambang Sunarwibowo meninjau langsung kegiatan rapid test massal yang berlangsung di halaman parkir Ruko City 9.

TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Polisi Bambang Sunarwibowo (kiri) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meninjau kegiatan rapid tes massal yang berlangsung di halaman parkir Ruko Citi9, Jalan Gresik, Surabaya, Sabtu (30/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Polisi Bambang Sunarwibowo meninjau langsung kegiatan rapid test massal yang berlangsung di halaman parkir Ruko City 9, Jalan Gresik, Kota Surabaya, Sabtu (30/5/2020).

Dalam kesempatan itu, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengatakan, pihaknya akan terus membantu Pemkot Surabaya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pakar Psikologi Sosial: Selama New Normal Aktivitas Tetap Berjalan, Protokol Kesehatan Harus Jelas

Berikut Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas Selama Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kota Malang

Kapolres Bangkalan Wajibkan Setiap Polsek Dirikan Tiga Kampung Tangguh Covid-19 di Seluruh Kecamatan

Ratusan warga antre sebelum mengikuti rapid dan swab test massal gratis yang digelar Pemkot bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. Mereka yang dites merupakan warga yang telah masuk ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta.
Ratusan warga antre sebelum mengikuti rapid dan swab test massal gratis yang digelar Pemkot bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. Mereka yang dites merupakan warga yang telah masuk ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. (TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ)

"Selain DKI Jakarta, Jatim adalah kedua jumlah terbesar yang terkena Covid-19. Kemarin data dari gugus tugas ada sebanyak 4414. Dan kalau kita lihat data 50 persennya terjadi di Surabaya. Maka kami bekerjasama dengan Ibu Wali Kota membantu memutus mata rantai dari perkembangan Covid-19," kata Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, Sabtu (30/5/2020).

Komjen Pol Bambang Sunarwibowo memastikan, pada Minggu besok (1/6/2020), pihaknya akan mengadakan kembali rapid test massal di Kecamatan Krembangan dan beberapa kawasan lain.

"Hari pertama rapid test yang kami lakukan di Siola (29/5), dari sejumlah 613 rapid test ternyata ada reaktif 230. Artinya 38 persen dari apa yang kita lakukan test massal itu reaktif. Oleh karena itu, kami meningkatkan kapasitas yang semula rencanaya cuma 1000 rapid test dalam sehari, maka mulai besok=besok dan ke depan sekitar 2000-3000 per hari dengan di berbagai lokasi," ucap Komjen Pol Bambang Sunarwibowo.

Sekolah di Malang Raya Tutup Saat Transisi New Normal, Belajar di Rumah Diperpanjang Sampai 14 Juni

Sambut New Normal, Tunjungan Plaza Surabaya Terapkan One Way System Bagi Para Pengunjung Mal

Kabar Sedih, Meski New Normal, Warga Luar Malang Raya Tetap Dilarang Masuk

Petugas saat melakukan rapid test dan swab test massal gratis kepada ratusan warga yang digelar Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. Mereka yang dites merupakan warga yang telah masuk ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta.
Petugas saat melakukan rapid test dan swab test massal gratis kepada ratusan warga yang digelar Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. Mereka yang dites merupakan warga yang telah masuk ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. (TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Dalam upaya mendeteksi kasus penyebaran, semua rapid test yang digelar oleh pihaknya akan bisa terbaca secara cepat dan tepat. 

Jika dalam tes tersebut pihaknya  menjumpai temuan orang mendapati hasil reaktif versi rapid test, maka pelacakan akan segera dilanjutkan dengan tes Swab PCR yang hasilnya bisa diketahui pada hari itu juga.

"Jadi dalam pemeriksaan ini harus cepat. Sehingga bisa kita ambil tindakan yang pas untuk proses penyembuhan kepada para pasien. Langkah tersebut tentunya juga penting sehingga kami bisa segera memetakan lokasi zona merah," ucapnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved