Breaking News:

PSBB Surabaya Raya Ditiadakan

Norma Baru dan New Normal Saling Berkaitan, Pakar Psikologi Unair Sebut Harus Ada Sistem yang Jelas

Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga menyebut pemberlakuan new normal melahirkan norma-norma baru bagi setiap individu masyarakat.

Asahi Shimbun file photo
Ilustrasi masyarakat dunia hadapi new normal 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair) Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikologi, mengatakan, dalam pemberlakuan new normal melahirkan norma-norma baru bagi setiap individu masyarakat. 

Kedua hal itu saling berkaitan nantinya.

Sebenarnya dalam masa PSBB Surabaya Raya yang telah diterapkan adalah masa transisi untuk beradaptasi dan menerapkan norma-norma baru. 

PSBB Surabaya Raya Tak Diperpanjang, Dewan Minta Protokol Kesehatan & Sanksi Ditegakkan Lebih Tegas

Ramalan Zodiak Selasa 9 Juni 2020, Aquarius Sibuk, Cancer Beri Perhatian Khusus pada Orang Tercinta

PSBB Surabaya Raya Berakhir, Bupati Gresik Usulkan New Normal dengan Penegakan Protokol Kesehatan

"Seperti penggunaan masker dan sebagainya. Setiap kantor, sekolah dimanapun harus menerapkan hal ini dan melahirkan norma baru," terangnya saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2020). 

Lalu bagaimana masyarakat bisa sadar akan hal ini.

Menurut Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Jatim itu harus ada sistem yang ketat. 

"Harus ada sistem yang jelas punish and reward. Sebab, sejauh ini ada di titik-titik tertentu yang tidak ada kejelasan," imbuhnya. 

Sehingga membuat sebagian masyarakat jenuh, terutama dalam hal perekonomian.

PSBB Surabaya Raya Berakhir, Pangdam V Brawijaya: Atasi Covid-19 Tidak Perlu Pakai Drama

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV GTV Indosiar ANTV TRANS 7 Selasa 9 Juni 2020, Ada Film Entourage

Masa Transisi Menuju New Normal di Surabaya, Risma Siapkan Protokol Kesehatan yang Lebih Detil

Ilham menjelaskan dalam penerapan new normal menimbulkan harapan baru bagi masyarakat.

Oleh sebabnya, sistem itu tidak mengambang. 

"Intinya, selama aktivitas rutin masih tetap berjalan, meskipun dengan penambahan protokol tertentu asalkan jelas, tampaknya masyarakat akan menyambut baik, karena ruang geraknya tidak terbatas. Sehingga new normal dan new norma berkaitan," tandasnya. 

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved