Breaking News:

Berita Sampang

Tolak Rancangan RUU HIP, Habaib dan Ulama Gelar Aksi Istighosah Bersama di Depan Kantor DPRD Sampang

Habib dan ulama di Kabupaten Sampang, Madura menunjukkan sikap penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP).

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana saat aksi penolakan RUU HIP di depan Gedung DPRD Kabupaten Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama.

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Habaib dan ulama di Kabupaten Sampang, Madura menunjukkan sikap penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila ( RUU HIP ), Senin (6/7/2020).

Penolakan tersebut digambarkan melalui istighosah bersama di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Jalan Wijaya Kusuma Sampang.

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, ratusan anggota dari berbagai ormas Islam di Kabupaten Sampang meramaikan aksi penolakan tersebut.

Kapolres Dorong Bupati Bangkalan Ra Latif Buat Aturan Tegas Terkait Percepatan Penanganan Covid-19

Motor Viar Terperosok Jurang 5 Meter, Pengemudi dan Penumpang Tewas Tertimpa 30 Karung Kotoran Sapi

7 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Puskesmas Banyuanyar Sampang Ditutup Sementara Selama Enam Hari

Jumlah massa yang begitu banyak justru menutupi jalan raya sekita.

Namun, aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila ( RUU HIP ) berjalan dengan kondusif dengan adanya pengamanan dari anggota TNI/Polri.

Koordinasi Lapangan (Korlap) aksi KH, Dja’far Shodiq mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada pihak yang berwenang untuk tidak hanya menunda pembahasan RUU HIP, akan tetapi membatalkannya secara permanaen.

“Kami menolak segala upaya apapun yang dapat merusak Pancasila sebagai konsensus para funding father bangsa ini, baik yang dilakukan sendiri, kelompok maupun lembaga pemerintah,” ujarnya.

Selain itu pihaknya menuntut, siapapun yang berada di balik munculnya wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila ( RUU HIP ) di DPR agar segera di adili sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Kemudian pihaknya menghimbau keluruh umat islam agar terus waspada terhadap potensi munculnya paham yang merusak pancasila serta kebangkitan komunis dengan cara pengetahuan empat pilar yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45.

Oknum Teller Bank BRI Sumenep Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi, JPU Susun Surat Dakwaan

UPDATE CORONA di Ponorogo Senin 6 Juli 2020, Selama 4 Hari Ada Penambahan 15 Kasus Positif Covid-19

BREAKING NEWS - Pria asal Lamongan Curi Kotak Amal Masjid di Tuban, Mengaku Sudah 5 Kali Beraksi

“Kami meminta kepada DPRD Sampang agar segera mengirimkan tuntutan kami ini,” tegasnya.

Di tengah jalannya aksi, sejumlah anggota DPRD Sampang, dipimpin oleh Ketua DPRD Sampang, Fadol hadir di tengah-tengah para Habaib untuk menerima tuntutan para massa.

Fadol mengatakan, pada hari ini juga dirinya akan langsung menyampaikan tuntutan massa kepada ke Panitia Kerja (Panja) RUU HIP.

“Ini merupakan bentuk amanat jadi, dalam hitungan menit kami akan langsung menyampaikan ke Panja RUU HIP di Jakarta,” pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved