Breaking News:

Berita Sumenep

Dua Saksi Terdakwa Dengarkan Keterangan Ahli IT di Sidang Dugaan Pengancaman oleh Kades di Sumenep

Sidang lanjutan kasus dugaan pengancaman oleh oknum Kades di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep digelar di Pengadilan Negeri masih berlanjut.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Humas Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Firdaus saat ditemui di ruang tamu PN Sumenep, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sidang lanjutan kasus dugaan pengancaman oleh oknum Kades di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep yang digelar di Pengadilan Negeri masih berlanjut, Rabu (15/7/2020).

Agenda sidang kali ini adalah dua orang saksi terdakwa mendengarkan keterangan Ahli IT dari dari Jaksa.

"Dari Jaksa, yaitu Ahli IT tadi bacakan keterangannya, terus ditambah dua orang saksi terdakwa," kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Firdaus pada TribunMadura.com.

Wali Kota Dewanti Belum Punya Rencana Tutup Alun-Alun Kota Batu Padahal Kasus Covid-19 Terus Naik

Perwali No 33 Tahun 2020, Pekerja dari Luar Kota Surabaya Wajib Bawa Hasil Swab Negatif Covid-19

Heboh di Medsos Dinda Hauw Nggak Bisa Masak, 2 Hal Berikut Jadi Tolok Ukur Rey Mbayang Pilih Istri

Ditanya apakah dari Ahli IT menguatkan atau tidak, Firdaus menegaskan yang bisa menilai adalah hakim.

"Saksi IT menguatkan atau tidak, hakim yang akan menilai. Tidak bisa saya menguraikan sekarang, tetapi nanti pasti tertuang dalam putusan," katanya.

Sampai kapan putusan dalam sidang lanjutan yang mendakwa Kades Longos, H. Amir Mas'ut ini, pihaknya mengatakan jika asih nunggu agenda sidang berikutnya untuk pemeriksaan terdakwa tersebut.

"Kalau minggu depan pemeriksaan terdakwa, minggu depannya lagi tuntutan," katanya.

"Selanjutnya adalah pembelaan, dari pembelaan itu ada tanggapan lagi dari jaksa, dari tanggapan jaksa ada tanggapan lagi dari terdakwa dan barulah nanti putusan," terangnya.

Sekedar diketahui, kasus pengancaman melalui media elektronik oleh Kepala Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, H. Amir Mas’ud alias Nyok terhadap Manager UD Pratama Inti Sukses, Leo Dominus Parinusa memasuki babak baru.

Setelah kasus tersebut dilaporkan kepada polisi per tanggal 3 Februari lalu, dengan nomor LP/38/II/2020/JATIM/RES SMP, kini polisi telah menetapkan H. Amir Mas’ud alias Nyok sebagai tersangka.

Mobil Carry Terbakar di SPBU Larangan, Polisi Temukan Dugaan Pelanggaran Pengisian BBM Pakai Jeriken

Momen Millendaru Datang ke Rumah Anang dengan Penampilan yang Makin Seksi, Lihat Ekspresi Ashanty

Viral Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah di Pamekasan Buka Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi

Pihak pelapor atau Leo Dominus Parinusa mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 7 April 2020 yang memberitahukan bahwa penyidik telah mengirimkan berkas perkara tersangka H. Amir Mas’ud alias Nyok ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, dan menunggu dinyatakan P21 dari Jaksa Penuntut Umum.

Meski begitu, Leo Dominus Parinusa mengaku belum cukup puas dengan penetapan tersangka tersebut karena pihak kepolisian belum melakukan penahanan terhadap tersangka dan merasa keselamatan jiwanya terancam.

"Karena tidak ada yang menjamin bahwa tersangka atau H. Amir Mas’ud alias Nyok tidak akan mengulangi perbuatannya dan sampai saat ini tidak menunjukkan rasa penyesalan akan perbuatannya," kata Leo Dominus Parinusa, Senin (27/4/2020).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved