Virus Corona di Banyuwangi
4.800 Santri Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi Dites Swab, Hasilnya Keluar Tiga Hari Lagi
Kawasan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung kini sudah dilakukan isolasi atau karantina selama 14 hari.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Tim Tracing Satgas Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, penanganan klaster Covid-19 di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi terus dilakukan.
Kohar Hari Santoso menyebut, kawasan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung kini sudah dilakukan isolasi atau karantina selama 14 hari.
Baik santri guru maupun petugas yang ada di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung dilarang untuk keluar pesantren.
• Baru Didirikan, Dapur Umum Klaster Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi Terancam Ditinggal Relawan
• Banyak Santri Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi Positif Covid-19, Pemkab Bangun Mini Hospital
• Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Jadi Perhatian Serius Kemenkes
Tidak hanya itu, masyarakat sekitar juga tidak boleh masuk ke area pondok pesantren.
“Karantina atau isolasi atau blokade ini dilakukan guna menjaga agar tidak ada penyebaran keluar pondok pesantren," kata Kohar Hari Santoso di Gedung Negara Grahadi, Selasa (1/9/2020)
"Sesuai anjuran WHO karantina ini akan dilakukan dalam waktu 14 hari,” sambung dia.
Dirut RS Saiful Anwar Malang ini menegaskan bahwa kini seluruh santri sedang bertahap dilakukan swab test.
Swab test dilakukan secara bertahap dengan melibatkan banyak pihak.
Jumlah santri dan guru yang mencapai ribuan menjadi alasan agar pemutusan mata rantai penularan bisa segera dilakukan.
• VIRAL, Aksi Berbahaya Pengendara Tiduran di Atas Motor sambil Kibarkan Bendera, Polisi Buru Pelaku
• Sekolah di Delapan Kecamatan di Pamekasan Bisa Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya
“Yang sudah di swab test ada sekitar 4.800 orang, mungkin dua atau tiga hari lagi hasilnya keluar hasil swabnya,” kata Kohar.
Sedangkan total jumlah populasi di pondok pesantren ada sekitar 6.000 orang.
Secara bertahap akan dilakukan pengetesan swab agar segera bisa diketahui mana yang harus dipisahkan dan yang dikarantina.
Awal mula diketahui ada yang positif covid-19 dikayakan Kohar dimungkinkan dari santri yang baru saja kembali dari kampungnya.
Meski sudah dilakukan prosedur protokol kesehatan melalui skrining namun ternyata masih ada yang lolos.
“Ada santri yang kemudian mengeluhkan tidak bisa membau dan setelah dites reaktif dilanjut dengan swab ternyata positif," ungkap dia.
• Anggota Polisi di Sampang yang Terlibat Peredaran Narkoba Bakal Diberhentikan secara Tidak Hormat
• Warga Irak di Jember Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Begini Kronologinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/mini-hospital-di-pondok-pesantren-darussalam-blokagung.jpg)