Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Jumlah Sekolah SD dan SMP yang Ikut Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Akan Ditambah Disdik Sampang

Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura akan menambah jumlah sekolah jenjang SD dan SMP yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang, Nor Alam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura akan menambah  jumlah sekolah jenjang SD dan SMP yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka.

Hal itu dilakukan berdasarkan surat Gubernur Jawa Timur per tanggal 9 Agustus 2020, Nomor: 420/11350/101.1/2020 tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengatakan, bahwa nantinya beberapa lembaga sekolah tingkat SD dan SMP yang ada di setiap wilayah kecamatan se Kabupaten Sampang akan dipilih untuk menjalankan KBM tatap muka di tegah pandemi Covid-19.

Rizki DA Melengos Pergi Saat Ditanya Bagaimana Kabar Nadya Mustika: Aku Kurang Begitu Paham Sih

Sesosok Jenazah Pria Ditemukan di Pantai Coro Tulungagung, Diduga Nelayan Asal Munjungan Trenggalek

Inilah Deretan Artis yang Bertarung di Pilkada 2020, Ada Pasha Ungu, Adly Fairuz dan Sahrul Gunawan

Selain berdasarkan Pergub, penambahan tersebut akan direalisasikan bila masa uji coba yang dilakukan sebelumnya sebanyak enam lembaga sekolah tingkat SD dan SMP sejak 24 Agustus 2020 lalu berjalan kondusif.

Enam lembaga sekolah yang menjalankan uji coba selama dua pekan itu, berlokasi di Kecamatan Torjun, Tambelangan, dan Ketapang.

"Kalau masa uji coba berjalan kondusif hingga batas waktunya, pada 7 September 2020 penambahan lembaga sekolah KBM tatap muka akan dilakukan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (2/9/2020).

Dijelaskan, dalam uji coba PTM di setiap kecamatan tersebut sesuai dengan keberadaan tim gugus tugas yang ada di kecamatan.

Sehigga bila di wilayah kecamatan tersebut terdapat tiga tim gugus tugas maka akan ada 3 sekolah yang di uji coba.

“Lembaga SMP minimal perkecamatan ada dua sekolah yang di uji coba," terangnya.

Katalog Promo Indomaret 2 September 2020 - 8 September 2020, Diskon Produk Susu, Kopi hingga Camilan

BLT Rp 600 Ribu Pegawai Swasta Dicairkan Tapi Belum Terima Transferan? Menaker: Mohon Sabar Menunggu

PDIP Bakal Umumkan Pengganti Risma di Surabaya Siang Ini, Rasa Penasaran Publik Akan Terjawab

"Sedangkan untuk SD tetap mengacu pada ketersedian gugus, yang jelas satu tim gugus tugas satu sekolah dan itu masuk sekolah pilihan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pada setiap lembaga yang menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka, nantinya harus siap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan cara membatasi siswa yang masuk sekolah sebanyak 50 persen dari jumlah yang ada.

“Termasuk, menyediakan handsanitiser, penyemprotan disinfektan, kebersihan toilet, dan pemantauan kepada siswa untuk selalu memakai masker," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved